Sementara itu, Fidelis Mbah dari Al Jazeera melaporkan kemungkinan peningkatan jumlah korban tewas.
"Saksi mengatakan jumlahnya (korban tewas) bisa lebih tinggi dari angka resmi yang diberikan polisi. Kejadian serupa juga terjadi pada Desember 2020 setelah sebuah organisasi bisnis mencoba memberikan sumbangan kepada orang miskin di Port Harcourt."
"Sekitar delapan orang tewas dalam insiden itu. Pemerintah telah menyerukan penyelidikan untuk mengetahui apakah langkah-langkah keamanan yang memadai telah dilakukan untuk memastikan insiden seperti itu tidak terjadi lagi," kata Mbah berbicara dari ibu kota Abuja.
Sementara petugas menyedot bagaimana insiden bisa terjadi, acara 'Belanja Gratis' telah ditangguhkan untuk sementara.
Pihak gereja menolak untuk memberi berkomentar tentang situasi tersebut. Namun, dilaporkan pasca saat kejadian, beberapa anggota gereja diserang dan dilukai oleh kerabat korban.
Acara amal seperti yang dilakukan gereja biasa terjadi di Nigeria, ekonomi terbesar di Afrika, di mana lebih dari 80 juta orang hidup dalam kemiskinan, menurut statistik pemerintah.
Sumber: akurat.co
Artikel Terkait
Ramadan di Ambang Krisis: Imam Al-Aqsa Ditahan, Israel Picu Ketegangan Baru di Yerusalem
Mengejutkan! Dokumen Rahsia IDF Ungkap Ada WNI yang Jadi Tentara Israel
Obama Bongkar Fakta Alien: Pernyataan Viral vs Klarifikasi Mengejutkan
Dikejar Massa Haredi! Kisah Horor Dua Tentara Wanita Israel yang Nyaris Diamuk di Bnei Brak