Sementara itu, Fidelis Mbah dari Al Jazeera melaporkan kemungkinan peningkatan jumlah korban tewas.
"Saksi mengatakan jumlahnya (korban tewas) bisa lebih tinggi dari angka resmi yang diberikan polisi. Kejadian serupa juga terjadi pada Desember 2020 setelah sebuah organisasi bisnis mencoba memberikan sumbangan kepada orang miskin di Port Harcourt."
"Sekitar delapan orang tewas dalam insiden itu. Pemerintah telah menyerukan penyelidikan untuk mengetahui apakah langkah-langkah keamanan yang memadai telah dilakukan untuk memastikan insiden seperti itu tidak terjadi lagi," kata Mbah berbicara dari ibu kota Abuja.
Sementara petugas menyedot bagaimana insiden bisa terjadi, acara 'Belanja Gratis' telah ditangguhkan untuk sementara.
Pihak gereja menolak untuk memberi berkomentar tentang situasi tersebut. Namun, dilaporkan pasca saat kejadian, beberapa anggota gereja diserang dan dilukai oleh kerabat korban.
Acara amal seperti yang dilakukan gereja biasa terjadi di Nigeria, ekonomi terbesar di Afrika, di mana lebih dari 80 juta orang hidup dalam kemiskinan, menurut statistik pemerintah.
Sumber: akurat.co
Artikel Terkait
Iran Klaim Temukan Celana Dalam Pilot F-15 AS: Fakta atau Propaganda Perang 2026?
Pesawat AS Jatuh di Iran: Siapa Bohong? Fakta Mengejutkan di Balik Klaim Berlawanan AS vs Iran
7 Pesawat AS Jatuh dalam 1 Bulan Perang vs Iran: F-15 Hingga F-35 Terbongkar!
Presiden Prabowo Berang! 3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon: Siapa Dalang Serangan Brutal Ini?