polhukam.id - Ajakan untuk memboikot produk es krim Walls yang merupakan anak perusahaan dari Unilever, perusahaan multinasional asal Inggris, ramai diperbincangkan di media sosial.
Hal ini menyusul pernyataan CEO Unilever, Alan Jope, yang menegaskan komitmen perusahaannya untuk terus melakukan bisnis di Israel.
Penolakan terhadap produk Walls ini dilatarbelakangi oleh dukungan Unilever terhadap keberadaan Israel.
Israel dikenal sebagai negara yang telah lama menjajah Palestina dan menghancurkan kehidupan orang-orang Palestina.
Sejak tahun 1948, Israel telah merebut sebagian besar wilayah Palestina.
Akibatnya, negara Palestina terbagi menjadi tiga bagian, yaitu Israel, Tepi Barat, dan Jalur Gaza.
Keberadaan pendudukan Israel di tanah Palestina telah menimbulkan konflik yang berkepanjangan hingga saat ini.
Konflik ini telah menyebabkan banyak korban jiwa dan kerugian materi.
Artikel Terkait
Israel Hapus 2 Nama Kunci Iran dari Daftar Buruan: Peran Rahasia Pakistan Terungkap
Iran Klaim Tembak Jatuh F-18 AS Senilai Rp1 Triliun: Video Detik-Detik Serangan dan Gelombang Rudal Poros Perlawanan
5 Syarat Iran Akhiri Perang: Tolak Gencatan Senjata AS, Ini Tuntutan yang Bikin Dunia Tegang
USS Gerald Ford Ditarik dari Iran: Kelemahan Fatal Kapal Induk Termahal AS Terbongkar!