​Pemerintah Finlandia bulan lalu mengumumkan bahwa mereka akan melipatgandakan produksi peluru artileri untuk Ukraina, tanpa mengungkapkan secara pasti berapa banyak yang akan diproduksi dan kapan.
Kremlin menanggapi pembicaraan tentang ‘Tirai Besi baru’
Baca selengkapnya Kremlin menanggapi pembicaraan tentang ‘Tirai Besi baru’
Presiden Ukraina Vladimir Zelensky menegaskan bahwa dia tidak akan melakukan pembicaraan damai dengan Presiden Rusia Vladimir Putin, dan bahwa pasukannya akan merebut kembali wilayah Donetsk, Lugansk, Kherson, dan Zaporozhye yang hilang, serta Krimea.
Namun, jenderal tertinggi Zelensky, Valery Zaluzhny, menganggap konflik tersebut sebagai “jalan buntu” yang tidak dapat dimenangkan, sementara para pembantu Zelensky dilaporkan memandang keyakinan presiden akan kemenangan militer sebagai “delusi.”
Kremlin menyatakan bahwa mereka terbuka untuk perundingan damai dengan Kiev, selama pihak Ukraina menerima bahwa wilayah mereka yang hilang kini menjadi wilayah Rusia. Putin pekan lalu menegaskan kembali bahwa Moskow mengupayakan “de-Nazifikasi dan demiliterisasi Ukraina” serta “status netral” bagi negara tersebut, dan tidak akan menghentikan operasi militernya sampai tujuan-tujuan ini tercapai.
Artikel ini telah lebih dulu tayang di: murianetwork.com
Artikel Terkait
Iran Berencana Tarik Tol Rp257 Triliun di Selat Hormuz: Mampukah Hadapi Penolakan AS?
Gempuran 11 Kota Lebanon Menit Terakhir Jelang Gencatan Senjata, Hizbullah Langsung Balas Dendam
Dubes Rusia Bongkar Fakta: AS & Israel Dituding Jadi Dalang Eskalasi Konflik Timur Tengah
Iran Bongkar Jaringan Mossad: 35 Agen Teroris & Senjata Diamankan, Begini Modus Operasinya!