Tentara Israel selama ini seringkali menghalangi ambulans yang akan masuk untuk memberikan pertolongan secepatnya kepada korban-korban serangan mereka.
Saksi mata melaporkan bahwa hal tersebut juga terjadi di Nur Shams selama dua jam sehingga para korban yang jumlahnya 6 orang mengalami pendarahan.
Saat mereka dibawa ke RS Al Aqqad, sudah terlambat untuk memberikan pertolongan. Keenamnya bergabung dalam daftar panjang warga Palestina yang dibunuh di Tepi Barat, baik oleh Tentara Israel maupun pemukim ilegal sejak 7 Oktober lalu.
Cerita mengerikan dari para saksi mata
Ridwan Balibla, kepala dokter di Tulkarem, mengatakan bahwa seorang tentara Israel telah menikam salah satu korbannya di bagian leher ketika ia dipindahkan ke rumah sakit dengan ambulans. Yang lain mengatakan mengatakan mereka dipukuli di dalam ambulans.
Mereka diberitahu,”Kami tidak ingin kamu mencapai rumah sakit dan bertahan hidup,” kata Balibla kepada Al Jazeera.
Artikel ini telah lebih dulu tayang di: bicaraberita.com
Artikel Terkait
Netanyahu Buka Suara: Perang dengan Iran Belum Usai, Masih Ada Pekerjaan Rumah yang Nggak Selesai-Selesai
Israel Bangun Pangkalan Militer Rahasia di Gurun Irak untuk Serang Iran, AS Tahu tapi Irak Tak Diizinkan Tahu
Dokumen FBI Bocor: Makhluk 4 Kaki Keluar dari UFO, Ini Bukti Mengerikannya!
Kisah di Balik 4 Anak Elon Musk: Mantan Dewan OpenAI Bongkar Rahasia Donasi Sperma & Gugatan Besar