INTERNASIONAL,www.polhukam.id -- Kantor berita Reuters memberitakan bahwa pada hari Jumat waktu setempat, Rusia telah melancarkan serangan udara terbesar dalam perang terhadap Ukraina.
Kata pejabat setempat, serangan udara Rusia tersebut mengakibatkan banyak korban jiwa dan merusak kota-kota serta infrastruktur di seluruh negeri.
Serangan udara telah merusak fasilitas medis, ruang bersalin, fasilitas transportasi, industri, pusat perbelanjaan, pemukiman penduduk, dan sekolah.
Baca Juga: Brigade Al-Qassam Mengklaim telah Menghancurkan 825 Kendaraan Militer Israel Sejak 7 Oktober 2023
Polandia yang juga merupakan anggota NATO, mengatakan sebuah rudal Rusia telah terbang ke wilayah udaranya sejauh sekitar 40 km sebelum menuju ke Ukraina.
Namun, hal tersebut dibantah oleh pihak Rusia yang dipanggil ke Kementerian Luar Negeri Polandia dengan mengatakan bahwa Warsawa tidak memberikan bukti terkait adanya rudal yang memasuki wilayah udaranya.
Kementerian luar negeri Ukraina, Dmytro Kuleba, mengatakan serangan itu menunjukkan "Tidak ada pembicaraan mengenai gencatan senjata" dengan Kremlin pada saat ketidakpastian masih membayangi masa depan Kyiv dan mendesak sekutunya untuk terus mengirimkan bantuan jangka panjang.
Artikel Terkait
Israel Bangun Pangkalan Militer Rahasia di Gurun Irak untuk Serang Iran, AS Tahu tapi Irak Tak Diizinkan Tahu
Dokumen FBI Bocor: Makhluk 4 Kaki Keluar dari UFO, Ini Bukti Mengerikannya!
Kisah di Balik 4 Anak Elon Musk: Mantan Dewan OpenAI Bongkar Rahasia Donasi Sperma & Gugatan Besar
Pentagon Buka 160 Dokumen UFO Rahasia: Laporan Astronot Apollo hingga Rekaman Militer yang Bikin Penasaran