polhukam.id (LEBANON) - Bertugas di kapal perang identik dengan kondisi Isolated, Confined, Extreme (ICE) terlebih beroperasi di bawah bendera PBB yang berkarakter multinasional, standar tinggi, jauh dari tanah air, tempo operasi lama, serta tantangan medan tugas yang kompleks dan dinamis membutuhkan berbagai inovasi dalam pembinaan personel.
Salah satunya melalui pekan psikologi keangkatanlautan secara berkala seperti yang dilaksanakan perwira psikologi Satgas, Kapten Laut (KH) Dhimas Rezananta, S.Psi. Bertempat di Laut Mediterania dan Port of Beirut Lebanon. Rabu (3/1/2024).
Kegiatan ini didesain untuk memberikan reinforcement psikologis mengatasi Fatigue Seafarer, manajemen stres, dan menangani kondisi ICE sehingga setiap prajurit senantiasa memiliki moril dan kesiapsiagaan tinggi dalam menuntaskan misi yang diemban.
Baca Juga: Panglima TNI Dampingi Presiden RI Selama Kunjungan Kerja di Jawa Tengah
Jelang end mission, Satgas MTF TNI Konga XXVIII-N/ UNIFIL kembali menggelar pekan psikologi keangkatanlautan yang terangkum dalam dua tahap yakni harbor phase dan sea phase.
Materi pokok harbor phase mencakup soft skill berupa manajemen stres dan komunikasi yang diperlukan dalam deteksi dan penanganan stres yang mungkin timbul setelah setahun bertugas, menjaga moril, meningkatkan kemampuan komunikasi efektif, serta memperkuat soliditas tim.
Kegiatan diawali dengan materi psikoedukasi dan afirmasi positif di dalam kapal dilanjutkan field psychology melalui mini outbond yang sekaligus menjadi media refreshing.
Baca Juga: Kepala Zona Bakamla Barat Bakamla RI Resmi Berganti
Artikel Terkait
Israel Hapus 2 Nama Kunci Iran dari Daftar Buruan: Peran Rahasia Pakistan Terungkap
Iran Klaim Tembak Jatuh F-18 AS Senilai Rp1 Triliun: Video Detik-Detik Serangan dan Gelombang Rudal Poros Perlawanan
5 Syarat Iran Akhiri Perang: Tolak Gencatan Senjata AS, Ini Tuntutan yang Bikin Dunia Tegang
USS Gerald Ford Ditarik dari Iran: Kelemahan Fatal Kapal Induk Termahal AS Terbongkar!