Pada tahap sea phase, dilaksanakan pemberian materi lanjutan di beberapa kompartemen kapal dilanjutkan field psychology yang dikemas dalam permainan gambar dan komunikata, serta menyusun profil bentuk diorama menggunakan peralatan di kapal perang.
Hal ini dinilai mampu mempertajam kolaborasi, daya ingat, logika verbal, dan pengambilan keputusan.
Setiap prajurit dilatih agar mampu melihat setiap problem penugasan, memahaminya dengan baik dan mengkomunikasikannya secara efektif untuk dapat mengatasi problem penugasan.
Baca Juga: Mertua Rudapaksa Menantu Gegara Sering Menggunakan Pakaian Sexy
Manisfestasi perilaku yang dihasilkan berupa ketahanan kerja, kerja sama dan komunikasi yang baik sekalipun di bawah tekanan, serta stabilitas emosi.
“Pekan psikologi keangkatanlautan kali ini didesain untuk menyiapkan prajurit jelang end mission dan lintas laut kembali ke tanah air. Keberhasilan metode ini selain berkontribusi dalam menjaga moril dan kesiapan prajurit untuk menjawab tantangan tugas, juga akan menjadi sumbangsih TNI Angkatan Laut bagi pengembangan ilmu pengetahuan bidang psikologi,” jelas Dansatgas MTF TNI Konga XXVIII-N/UNIFIL, Letkol Laut(P) John David Nalasakti Sondakh.(LAN)
Artikel ini telah lebih dulu tayang di: pontianaknews.com
Artikel Terkait
Israel Bangun Pangkalan Militer Rahasia di Gurun Irak untuk Serang Iran, AS Tahu tapi Irak Tak Diizinkan Tahu
Dokumen FBI Bocor: Makhluk 4 Kaki Keluar dari UFO, Ini Bukti Mengerikannya!
Kisah di Balik 4 Anak Elon Musk: Mantan Dewan OpenAI Bongkar Rahasia Donasi Sperma & Gugatan Besar
Pentagon Buka 160 Dokumen UFO Rahasia: Laporan Astronot Apollo hingga Rekaman Militer yang Bikin Penasaran