Kereta berhenti karena kenaikan air di sekitarnya, dan masyarakat setempat berusaha bertahan dengan berpikir kereta dapat menjadi tempat perlindungan yang aman.
Beberapa orang bahkan naik ke atap kereta, berharap menghindari dampak gelombang.
Namun, harapan itu pupus ketika gelombang berikutnya, yang lebih besar, menghantam kereta dengan kekuatan dahsyat.
Kereta terangkat dan dihantamkan ke rumah-rumah dan pohon-pohon di sepanjang rel.
Baca Juga: Fakta Kereta Api Taeyangho yang Digunakan Kim Jong Un, Jalannya Lambat Tapi Berlapis Baja!
Gelombang membanjiri gerbong, menciptakan kepanikan di antara penumpang yang berusaha menyelamatkan diri.
Ketinggian gelombang tsunami kala itu kisaran 7,5 hingga 9 meter di atas permukaan laut, menyebabkan kereta terendam dengan cepat.
Artikel ini telah lebih dulu tayang di: situbondo.jatimnetwork.com
Artikel Terkait
Trump vs NATO & Iran: Pulau Kharg Jadi Jebakan Maut yang Bisa Picu Perang Global?
7 Kapal Tanker Malaysia Terjebak di Selat Hormuz: Apa yang Sebenarnya Terjadi?
Trump Sebut MBS Kissing My Ass: Fakta di Balik Pernyataan Kasar yang Menggemparkan
Iran Klaim Hancurkan 6 Kapal AS di Teluk: Operasi True Promise 4 Picu Eskalasi Baru?