HARIAN MASSA - Situasi di Timur Tengah membara setelah Amerika Serikat (AS) dan Inggris mulai melancarkan serangan terhadap sasaran-sasaran milisi Houthi di Yaman. Ini dilakukan di tengah konflik yang terjadi antara Israel dengan Hamas dan Hizbullah.
AS dan Inggris untuk pertama kalinya melancarkan serangan terhadap kelompok yang didukung Iran tersebut sejak dimulainya serangan yang dilakukan kelompok pemberontak itu di Laut Merah pada akhir tahun lalu.
Kelompok Houthi, yang menguasai sebagian besar wilayah Yaman, menargetkan rute pelayaran Laut Merah untuk menunjukkan dukungan mereka terhadap kelompok perlawanan Palesina, Hamas. Serangan-serangan tersebut telah mengganggu perdagangan internasional di rute utama pelayaran internasional antara Eropa dan Asia yang menyumbang sekitar 15% lalu lintas pelayaran dunia.
Baca Juga: Punya Persenjataan dan Kemampuan Mumpuni, Intel AS Khawatir Hizbullah Bisa Kalahkan Israel
Serangan ini diyakini merupakan serangan pertama yang dilancarkan AS terhadap kelompok Houthi di Yaman sejak tahun 2016.
Artikel Terkait
Israel Hapus 2 Nama Kunci Iran dari Daftar Buruan: Peran Rahasia Pakistan Terungkap
Iran Klaim Tembak Jatuh F-18 AS Senilai Rp1 Triliun: Video Detik-Detik Serangan dan Gelombang Rudal Poros Perlawanan
5 Syarat Iran Akhiri Perang: Tolak Gencatan Senjata AS, Ini Tuntutan yang Bikin Dunia Tegang
USS Gerald Ford Ditarik dari Iran: Kelemahan Fatal Kapal Induk Termahal AS Terbongkar!