Pertikaian tersebut pecah tak lama sebelum pawai kontroversial yang menandai Hari Yerusalem dimulai.
Menurut laporan media berbahasa Ibrani, bentrokan itu terjadi setelah lebih dari 2.600 orang Yahudi Israel diizinkan masuk ke Temple Mount yang satu kompleks dengan Al-Aqsa.
Saat parade berlangsung di Kota Tua, para peserta meneriakkan “Semoga desa kalian terbakar” sementara yang lain berteriak, “Matilah orang Arab.”
Sementara itu, polisi mencegat drone yang mengibarkan bendera Palestina di atas Gerbang Damaskus.
Batu, botol, dan kursi dilempar ke sisi Kota Tua sesaat sebelum pawai, dan polisi mati-matian berusaha memulihkan ketertiban.
Dalam salah satu perkelahian, seorang pria Yahudi Israel terlihat menggunakan semprotan merica terhadap seorang wanita Palestina.
Polisi mengatakan tiga orang ditahan selama bentrokan di titik nyala Gerbang Damaskus, dan berjanji untuk menahan para perusuh.
Orang-orang Palestina berlarian, beberapa melemparkan botol ke orang-orang Yahudi Israel yang berdiri di dekat pintu masuk Chain Gate ke Temple Mount.
Para remaja Israel mengejar, demikian pula dengan para polisi.
Artikel Terkait
Ledakan di Kabul 2026: Pakistan Bombardir Afghanistan, Gencatan Senjata Hancur!
Trump Tuntut Deportasi Anggota Kongres AS: Mungkinkah Hukum Dikalahkan?
Iran Tuduh AS & Israel Pakai Propaganda Nazi Goebbels: Apa Target Sebenarnya di Balik Isu Nuklir?
Blok Sunni Baru Pimpinan Turki-Mesir: Ancaman Nuklir yang Lebih Menakutkan dari Iran bagi Israel?