JemberNetwork.com - Publik tengah dihebohkan dengan terjadinya perang di Laut Merah, akibat konflik berkepanjangan antara tentara Israel dan Hamas di Gaza.
Dilansir dari Reuters, Amerika Serikat dan Inggris telah melancarkan serangan ke Yaman sebagai respon atas blokade yang dilakukan pasukan Houthi di Laut Merah.
Serangan Amerika Serikat dan Inggris ke Yaman merupakan ekskalasi dari konflik antara Hamas dan tentara Israel yang hingga saat ini tak kunjung berakhir.
Amerika Serikat dan Inggris menyatakan serangan tersebut sebagai defense atau pembelaan untuk melindungi perekonomian dunia dan menindak tegas atas serangan Houthi di Laut Merah yang telah merugikan banyak pihak.
Sejak bulan Desember 2023 lalu, pasukan Houthi meluncurkan serangan dengan menargetkan kapal-kapal Israel serta kapal dari negara-negara pendukungnya sebagai bentuk dukungan kepada Palestina.
Lantas, siapakah Houthi? Dilansir dari Al Jazeera, berikut sekilas profil dan sejarah pasukan Houthi yang ikut berperang melawan sekutu Israel untuk membela Palestina.
Artikel Terkait
Iran Klaim Tembak Jatuh F-18 AS Senilai Rp1 Triliun: Video Detik-Detik Serangan dan Gelombang Rudal Poros Perlawanan
5 Syarat Iran Akhiri Perang: Tolak Gencatan Senjata AS, Ini Tuntutan yang Bikin Dunia Tegang
USS Gerald Ford Ditarik dari Iran: Kelemahan Fatal Kapal Induk Termahal AS Terbongkar!
Solar Vietnam Naik 105%! Dampak Konflik Timur Tengah 2026 yang Bikin Warga Beralih ke Sepeda