Pasalnya, Negeri Tirai Besi itu sedang mengalami kekurangan stok jet tempur di saat negara-negara Blok Barat berlomba-lomba untuk menunjukkan kekuatan alutsista terbaiknya.
Amerika Serikat misalnya, yang saat ini semakin masif memasarkan F-35 bahkan menjualnya secara besar-besaran ke negara sekutu maupun non-blok.
Begitupun dengan Inggris, Jerman, Spanyol, dan Italia yang giat memasarkan Eurofighter Typhoon serta Prancis yang getol menjual Rafale andalan mereka.
Dalam konflik Rusia versus Ukraina, beberapa kali jet tempur andalan negara pimpinan Presiden Vladmir Putin itu jatuh akibat serangan dari sistem pertahanan udara milik NATO.
Blok Barat pun berpesta pora di tengah menipisnya anggaran pertahanan Amerika Serikat sebagai penyandang dana utama.
Namun Rusia tak tinggal diam untuk membangun kembali pasokan alutsistanya, yang juga membuat Barat merasa frustasi karena dipaksa untuk menguras habis uang mereka hanya demi memenangi perang.
Sebelum Perang Dunia 3 benar-benar terjadi, Rusia merasa perlu untuk segera memproduksi alutsista mereka khususnya jet tempur secara besar-besaran.
Artikel ini telah lebih dulu tayang di: zonajakarta.com
Artikel Terkait
Israel Bangun Pangkalan Militer Rahasia di Gurun Irak untuk Serang Iran, AS Tahu tapi Irak Tak Diizinkan Tahu
Dokumen FBI Bocor: Makhluk 4 Kaki Keluar dari UFO, Ini Bukti Mengerikannya!
Kisah di Balik 4 Anak Elon Musk: Mantan Dewan OpenAI Bongkar Rahasia Donasi Sperma & Gugatan Besar
Pentagon Buka 160 Dokumen UFO Rahasia: Laporan Astronot Apollo hingga Rekaman Militer yang Bikin Penasaran