"Pengadilan akan membuat keputusan tentang mereka.
"Untuk kejahatan seperti itu, kami memiliki bentuk hukuman tertinggi di DNR – hukuman mati.
"Semua tawanan perang berada di wilayah DNR," ucap Yuri Sirovatko, Menteri Kehakiman Republik Rakyat Donetsk (DNR) yang memproklamirkan diri sebaagi wilayah merdeka di Ukraina timur, seperti dikutip oleh kantor berita Rusia, RIA Novosti.
Kyiv mengatakan ingin melakukan barter tahanan dengan menukar para tentara. Sementara Moskow telah mengindikasikan bahwa para tentara Ukraina akan diadili terlebih dahulu.
Perebutan Mariupol oleh Moskow telah membantu Kremlin untuk mengamankan kendali penuh atas pantai Laut Azov. Keberhasilan mereka atas kota itu juga telah menciptakan jembatan darat yang menghubungkan daratan Rusia ke Krimea, yang dianeksasi dari Ukraina pada 2014.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menggambarkan Mariupol sebagai kota yang 'hancur total'. Namun, menurut Reuters, Moskow telah berjanji untuk membangun kota itu kembali.
Kondisi Mariupol Usai Dikuasai Rusia: Warga Barter Barang, Pejuang Ukraina Bakal Dihukum Mati - Foto 4Warga setempat berada di samping barang-barang yang ditumpuk di depan sebuah gedung apartemen selama konflik Ukraina-Rusia di kota pelabuhan selatan Mariupol, Ukraina, Senin (30/5)-REUTERS/Alexander Ermochenko
Kedua belah pihak telah menuduh satu sama lain menargetkan daerah pemukiman. Kyiv dan Moskow pun akhirnya sama-sama melempar tanggung jawab atas kondisi blok-blok perumahan atau apartemen yang hangus dan sebagian besar sudah tidak bisa dihuni. Sementara diketahui, blok-blok yang hancur itu telah mengisi sebagian besar lanskap kota.
Tidak diketahui berapa banyak warga sipil yang tersisa di kota itu.
Rusia mengirim puluhan ribu tentara ke Ukraina pada 24 Februari dalam apa yang disebutnya 'operasi khusus' untuk mendemiliterisasi tetangga selatannya.
Sumber: akurat.co
Artikel Terkait
AS Perluas Operasi: Buru Kapal Tanker Iran Sampai ke Samudera Pasifik, Apa Dampaknya?
Iran Berencana Tarik Tol Rp257 Triliun di Selat Hormuz: Mampukah Hadapi Penolakan AS?
Gempuran 11 Kota Lebanon Menit Terakhir Jelang Gencatan Senjata, Hizbullah Langsung Balas Dendam
Dubes Rusia Bongkar Fakta: AS & Israel Dituding Jadi Dalang Eskalasi Konflik Timur Tengah