polhukam.id - Pemerintah Qatar mengumumkan keberhasilannya dalam memediasi kesepakatan antara Hamas dan Israel, pada Selasa (16/1).
Kesepakatan ini memungkinkan pengiriman bantuan kemanusiaan kepada warga sipil di Gaza dengan imbalan penyaluran obat-obatan bagi tawanan Israel.
Perjanjian ini merupakan hasil upaya bersama antara Qatar dan Prancis, seperti yang diungkapkan oleh juru bicara Kementerian Luar Negeri Qatar, Majid bin Mohammed Al Ansari, kepada Kantor Berita Qatar (QNA).
Al Ansari menjelaskan bahwa bantuan kemanusiaan akan dikirimkan ke Kota El Arish di Mesir pada Rabu melalui dua pesawat Angkatan Bersenjata Qatar, sebelum akhirnya mencapai Jalur Gaza.
Sementara itu, pasukan Israel terus melancarkan serangan ke Jalur Gaza melalui jalur darat dan udara sejak serangan lintas batas Hamas pada 7 Oktober.
Artikel Terkait
Netanyahu Buka Suara: Perang dengan Iran Belum Usai, Masih Ada Pekerjaan Rumah yang Nggak Selesai-Selesai
Israel Bangun Pangkalan Militer Rahasia di Gurun Irak untuk Serang Iran, AS Tahu tapi Irak Tak Diizinkan Tahu
Dokumen FBI Bocor: Makhluk 4 Kaki Keluar dari UFO, Ini Bukti Mengerikannya!
Kisah di Balik 4 Anak Elon Musk: Mantan Dewan OpenAI Bongkar Rahasia Donasi Sperma & Gugatan Besar