polhukam.id - Media asing asal Hong Kong yaitu South China Morning Post (SCMP) menyoroti adanya potensi koalisi antara kubu calon presiden (capres) nomor urut 1 Anies Baswedan dengan capres nomor urut 3 Ganjar Pranowo di Pilpres 2024.
Isu tersebut dimuat dalam berita pada 13 Januari 2024 dengan judul "Indonesia election 2024: will Anies and Ganjar join hands to deny Prabowo an outright victory" (Pemilu Indonesia 2024: akankah Anies dan Ganjar bergabung untuk menggagalkan kemenangan Prabowo).
Berdasarkan isi berita, Ian Wilson, seorang peneliti senior di Pusat Penelitian Indo-Pasifik di Universitas Murdoch, mengatakan Prabowo Subianto jadi tokoh yang paling unggul dalam kontestasi ini, sehingga menjadi sasaran oleh Anies dan Ganjar.
Baca Juga: Kampanye di Kendal, Ganjar Singgung Soal Bansos Dapat Ruang Terbaik di Pemilu: Ya Politisasi
"Prabowo sebagian besar dilihat sebagai orang yang harus dikalahkan oleh kedua kandidat karena posisinya (yang unggul) dalam jajak pendapat, sehingga Anda dapat melihat alasan mereka akan membidiknya (dalam debat)," kata Ian Wilson.
Wilson juga mengatakan terkait prioritas kedua kandidat lainnya yaitu menciptakan skenario Pemilu yang lanjut ke putaran kedua.
Diketahui bahwa syarat dari pemilu yang berlangsung satu putaran adalah terdapat kandidat yang memperolah lebih dari 50 persen suara.
Artikel Terkait
Joe Biden Meninggal 2019? Fakta Mengejutkan di Balik Klaim Epstein Files
Lavrov Bongkar Satanisme Elite Barat: Inikah Wajah Asli Deep State yang Terungkap dari Dokumen Epstein?
Dokumen Rahasia Terungkap: Surat Kematian Jeffrey Epstein Terbit SEBELUM Ia Ditemukan Tewas!
Misteri Wajah di Uang $20: Benarkah Jeffrey Epstein Adalah Reinkarnasi Andrew Jackson?