polhukam.id - Perang Rusia versus Ukraina terus memanas karena keduanya saling berupaya menjaga kedaulatan masing-masing.
Sebagai negara Blok Timur, Rusia tampak begitu percaya diri bahwa nuklir bakal menjadi senjata masa depan yang bisa mereka andalkan.
Rusia bahkan ogah menghiraukan "ancaman" NATO yang melarangnya untuk menggenjot produksi nuklir sebanyak mungkin.
Dilansir polhukam.id dari laman National Interest pada Selasa, 16 Januari 2024, ancaman nuklir seolah sudah menjadi kebiasaan bagi Rusia untuk menggertak lawan geopolitiknya.
Tujuannya agar negara-negara Blok Barat dengan pengaruh besarnya di dunia mau benar-benar menyetujui penggunaan nuklir sebagai senjata masa depan secara legal.
Terlebih, tiga dari lima negara anggota tetap Dewan Keamanan PBB yang merupakan bagian dari NATO memiliki hak veto yang kerap membuat usulan sebanyak mungkin anggota PBB lainnya menjadi sia-sia.
Artikel Terkait
Iran Klaim Tembak Jatuh F-18 AS Senilai Rp1 Triliun: Video Detik-Detik Serangan dan Gelombang Rudal Poros Perlawanan
5 Syarat Iran Akhiri Perang: Tolak Gencatan Senjata AS, Ini Tuntutan yang Bikin Dunia Tegang
USS Gerald Ford Ditarik dari Iran: Kelemahan Fatal Kapal Induk Termahal AS Terbongkar!
Solar Vietnam Naik 105%! Dampak Konflik Timur Tengah 2026 yang Bikin Warga Beralih ke Sepeda