Hizbullah berkomitmen akan terus menembakkan roket ke Israel sampai gencatan senjata penuh terlaksana.
Meski menolak usulan AS, Hizbullah siap terbuka untuk berunding wilayah yang disengketakan di perbatasan jika agresi di Gaza berakhir.
"Setelah perang di Gaza, kami siap mendukung perunding Lebanon mengubah ancaman menjadi peluang," kata pejabat senior Hizbullah, dikutip Reuters.
Menanggapi respons Hizbullah, juru bicara pemerintah Israel Eylon Levy mengatakan "masih ada peluang diplomatik" untuk mengusir Hizbullah dari perbatasan.
Baca Juga: Tiga Pesawat Boeing 737-9 Max Milik Lion Air Telah Diizinkan Beroperasi
Di kesempatan terpisah, Hochstein juga berharap Israel dan Lebanon termasuk di perbatasan bisa hidup aman dan damai
Israel melancarkan agresi ke Palestina sejak 7 Oktober. Mereka juga mendeklarasikan perang melawan Hamas.
Artikel ini telah lebih dulu tayang di: jakarta.suaramerdeka.com
Artikel Terkait
Mantan Direktur PBB Mundur Drastis: Dunia Sudah di Ambang Perang Nuklir, Ini Buktinya!
Mengungkap Pembungkaman di PBB: Alasan Mengejutkan di Balik Pengunduran Diri Mohamad Safa
Lelang Kapal Iran oleh Indonesia: Apa Dampak Nyata bagi Pasokan BBM Kita di Selat Hormuz?
Trump Beberkan Laporan CIA: Benarkah Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei Gay?