Netanyahu, dalam sebuah pernyataan baru, mengatakan dia menekankan dalam percakapannya hari Jumat dengan Presiden AS Joe Biden bahwa dia menolak tuntutan Hamas untuk melakukan gencatan senjata.
Juga penarikan pasukan Israel dan pembebasan warga Palestina yang ditahan oleh Israel dengan imbalan sandera yang tersisa.
Dia mengatakan bahwa persetujuan berarti serangan Hamas yang menghancurkan lainnya “hanya masalah waktu saja.”
Netanyahu juga menolak seruan AS, sekutu terdekatnya, mengenai rencana pascaperang yang mencakup jalan menuju negara Palestina.
Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres menyebut penolakan terhadap solusi dua negara tidak dapat diterima.
“Timur Tengah adalah tempat yang mudah terbakar. Kita harus melakukan semua yang kita bisa untuk mencegah konflik meluas di kawasan ini,” tambah Guterres.
Artikel ini telah lebih dulu tayang di: sinarharapan.co
Artikel Terkait
Israel Bangun Pangkalan Militer Rahasia di Gurun Irak untuk Serang Iran, AS Tahu tapi Irak Tak Diizinkan Tahu
Dokumen FBI Bocor: Makhluk 4 Kaki Keluar dari UFO, Ini Bukti Mengerikannya!
Kisah di Balik 4 Anak Elon Musk: Mantan Dewan OpenAI Bongkar Rahasia Donasi Sperma & Gugatan Besar
Pentagon Buka 160 Dokumen UFO Rahasia: Laporan Astronot Apollo hingga Rekaman Militer yang Bikin Penasaran