Insinyur saat ini memprioritaskan kegiatan. Mereka telah mematikan pemanas dan menurunkan gambar-gambar dari pesawat tersebut. Mereka juga mengambil data yang akan memberi tahu mereka seberapa baik perangkat lunak pendaratan bekerja.
Pejabat badan antariksa Jepang (Jaxa) tidak langsung menyerah begitu saja pada Slim jika tetap diam. Ada kemungkinan sel surya entah bagaimana menjadi berorientasi sedemikian rupa sehingga menghalanginya untuk melihat Matahari.
Ketika sudut cahaya berubah di Bulan, Slim mungkin bisa hidup kembali, kata para pejabat. Ketika ditanya pada konferensi pers apakah Jepang bisa mengklaim soft landing, wakil presiden Jaxa, Hitoshi Kuninaka, mengatakan hal itu bisa dilakukan.
“Bila penurunan bertenaga listrik tidak berhasil, maka akan terjadi tabrakan dengan permukaan dengan kecepatan sangat tinggi dan fungsi pesawat ruang angkasa akan hilang,” katanya kepada wartawan.
Tetapi mereka masih mengirimkan data dengan baik kepada kami, yang berarti tujuan awal kami untuk melakukan soft landing berhasil. Slim membawa dua penjelajah kecil dan telemetri yang menunjukkan bahwa ia berhasil mengeluarkannya sesuai rencana sebelum mendarat.
Artikel ini telah lebih dulu tayang di: jember.jatimnetwork.com
Artikel Terkait
Serangan AS ke Iran Akhir Pekan Ini? Keputusan Trump yang Bisa Ubah Timur Tengah Selamanya
Vatikan Tolak Board of Peace Trump: Pilih PBB, Indonesia Malah Gabung, Ini Dampaknya!
Sara Duterte vs Marcos: Pertarungan Sengit Perebutan Kursi Presiden Filipina 2028 Sudah Dimulai
Ramadan di Ambang Krisis: Imam Al-Aqsa Ditahan, Israel Picu Ketegangan Baru di Yerusalem