Perusahaan Betavolt yang berbasis di Beijing mengklaim, baterai nuklirnya adalah yang pertama di dunia dalam mewujudkan miniaturisasi energi atom.
Hal itu dilakukan dengan menempatkan 63 isotop nuklir ke dalam modul yang lebih kecil daripada koin.
Betavolt mengatakan, baterai ini telah memasuki tahap uji coba dan akan diproduksi secara massal untuk perangkat komersial seperti ponsel dan drone.
Baca Juga: Ilmuwan Rusia Berhasil Menanam Semangka di Tempat Terdingin Planet Bumi
“Baterai atom Betavolt dapat memenuhi kebutuhan pasokan listrik jangka panjang dalam berbagai skenario, seperti dirgantara, perangkat AI, peralatan medis, mikroprosesor, sensor canggih, drone kecil, dan robot mikro,” kata perusahaan itu dalam siaran persnya.
“Inovasi energi ini akan membantu China meraih keunggulan dalam revolusi teknologi.”
Betavolt bekerja dengan mengubah energi yang dihasilkan oleh peluruhan isotop menjadi listrik, melalui proses yang pertama kali diuji coba pada abad ke-20.
Ilmuwan Uni Soviet dan Amerika Serikat mampu mengembangkan baterai termonuklir pada pesawat ruang angkasa, sistem bawah air, dan stasiun jarak jauh, namun teknologi ini biayanya mahal dan berukuran besar.
Upaya memperkecil dan mengkomersialkan baterai nuklir dibuat berdasarkan Rencana Lima Tahun ke-14 China.
Artikel Terkait
Israel Hapus 2 Nama Kunci Iran dari Daftar Buruan: Peran Rahasia Pakistan Terungkap
Iran Klaim Tembak Jatuh F-18 AS Senilai Rp1 Triliun: Video Detik-Detik Serangan dan Gelombang Rudal Poros Perlawanan
5 Syarat Iran Akhiri Perang: Tolak Gencatan Senjata AS, Ini Tuntutan yang Bikin Dunia Tegang
USS Gerald Ford Ditarik dari Iran: Kelemahan Fatal Kapal Induk Termahal AS Terbongkar!