Baca Juga: Kasus Medis Langka, Seorang Balita Meninggal Dunia setelah Terinfeksi Amoeba Pemakan Otak
Di sisi lain, lembaga penelitian di AS dan Eropa juga tengah berupaya mengembangkannya.
Betavolt berkata baterainya dapat menghasilkan daya 100 mikrowatt dengan tegangan 3V, serta berukuran 15x15x5 milimeter kubik.
Namun mereka tengah berencana untuk memproduksi baterai dengan daya 1 watt pada 2025.
Ukurannya yang kecil berarti dapat digunakan untuk menghasilkan lebih banyak tenaga.
Betavolt juga berandai-andai jika ponsel tidak perlu diisi dayanya, dan drone dapat terbang selamanya.
Desainnya yang berlapis membuatnya susah terbakar atau meledak, baterai ini juga mampu bekerja di suhu -60C hingga 120C, klaim Betavolt.
Baca Juga: Menggeser Elon Musk, Jean Etienne Arnault Peringkat Pertama Orang Terkaya di Dunia
“Baterai nuklir benar-benar aman, tidak ada radiasi, serta cocok digunakan pada perangkat medis seperti alat pacu jantung, jantung buatan, dan koklea di dalam tubuh manusia,” kata perusahaan.
Artikel ini telah lebih dulu tayang di: bogor.urbanjabar.com
Artikel Terkait
Trump Tunda Lagi Serangan ke Iran: Deadline Baru 6 April 2026, Apa Strategi di Balik Perpanjangan 10 Hari Ini?
Israel Hapus 2 Nama Kunci Iran dari Daftar Buruan: Peran Rahasia Pakistan Terungkap
Iran Klaim Tembak Jatuh F-18 AS Senilai Rp1 Triliun: Video Detik-Detik Serangan dan Gelombang Rudal Poros Perlawanan
5 Syarat Iran Akhiri Perang: Tolak Gencatan Senjata AS, Ini Tuntutan yang Bikin Dunia Tegang