MalangNetwork.com – Insinyur asal Indonesia sedang diselidiki atas dugaan pencurian data dan teknologi jet tempur KF-21 yang saat ini sedang dalam pengembangan.
Menurut sumber di Badan Administrasi Akuisisi Pertahanan (DAPA) dan Defense Counterintelligence Command (DCC) Korea, para insinyur yang dikirim ke Korea Aerospace Industries (KAI) dicurigai menyimpan data pengembangan KF-21 di USB.
Diduga data yang dicuri berupa 129 teknologi yang berkaitan tentang jet tempur KF-21.
Jet tempur ini diketahui memiliki 4 teknologi kunci.
Dua diantaranya adalah radar dan pengindera infra merah yang hanya diberikan Amerika Serikat kepada Korea Selatan.
Tim penyelidik dari Badan Intelijen Korea dan DCC telah sedang menyelidiki kasus tersebut dan melarang Insinyur Indonesia tersebut meninggalkan Korea Selatan.
Artikel Terkait
Israel Hapus 2 Nama Kunci Iran dari Daftar Buruan: Peran Rahasia Pakistan Terungkap
Iran Klaim Tembak Jatuh F-18 AS Senilai Rp1 Triliun: Video Detik-Detik Serangan dan Gelombang Rudal Poros Perlawanan
5 Syarat Iran Akhiri Perang: Tolak Gencatan Senjata AS, Ini Tuntutan yang Bikin Dunia Tegang
USS Gerald Ford Ditarik dari Iran: Kelemahan Fatal Kapal Induk Termahal AS Terbongkar!