"Sampel yang dikumpulkan telah dikirim ke Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) untuk pengujian lebih lanjut dan konfirmasi virus Monkeypox," kara Otoritas Kesehatan Washington, DC Health, dikutip laman Anadolu Agencies, Senin (6/6/2022).
Pasien saat ini diisolasi dan tidak berisiko bagi masyarakat. "DC Health sedang mengidentifikasi dan memantau kontak dekat. Namun, saat ini, tidak ada kasus tambahan yang diidentifikasi di Distrik tersebut," kata pernyataan DC Health.
Pada Jumat pekan lalu, CDC mengatakan jumlah kasus cacar monyet meningkat lebih dari dua kali lipat selama sepekan terakhir menjadi 20 di 11 negara bagian AS.
AS saat ini memiliki dua vaksin untuk melawan virus dalam persediaan nasionalnya. CDC pun telah mulai mendistribusikannya ke negara bagian.
Cacar monyet atau monkeypox biasanya dimulai dengan gejala seperti flu dan pembengkakan di kelenjar getah bening sebelum ruam mulai terbentuk di wajah dan tubuh. Gejala dapat memakan waktu hingga 21 hari untuk muncul setelah terpapar.
Artikel Terkait
Trump Klaim Mojtaba Khamenei Tewas: Benarkah Rezim Iran Akan Runtuh?
Markas UNIFIL Diserang Israel, Personel TNI Jadi Korban: Apa yang Terjadi?
Iran Ancam Bom Universitas AS & Israel: Target Baru yang Bikin Dunia Kaget!
Kebocoran Kimia Mencekam di Israel: Serangan Rudal Iran Picu Lockdown Darurat di Beersheba