Pada tahun yang sama, Sharma bertarung memperebutkan kursi Majelis New Delhi melawan mantan Ketua Menteri sekaligus ketua Partai Aam Aadmi (AAP) Arvind Kejriwal. Namun, ia kalah oleh Kejriwal.
Pada 27 Mei, Sharma berpartisipasi dalam debat di kanal TV Times Now soal perselisihan Masjid Gyanvapi. Dalam acara itu, ia membahas pernikahan Nabi Muhammad dan Aisyah hingga membawa-bawa salah satu hadis.
Video pernyataannya lantas disebarluaskan di media sosial oleh salah satu pendiri Alt News, Mohammed Zubair.
Sharma menuduh video itu banyak disunting dan dipotong. Namun, tuduhannya dibantah oleh pendiri Alt News lainnya, Pratik Sinha, yang kemudian menyertakan video lebih panjang untuk menunjukkan konteksnya.
Times Now lantas menghapus video acara tersebut di kanal YouTube-nya.
Pernyataan Sharma telah memicu kerusuhan antarumat beragama di Kanpur, Uttar Pradesh. Lebih dari 40 orang terluka dan lebih dari 1.500 orang didakwa terkait kekerasan tersebut.
Pernyataannya juga menuai reaksi keras dari negara-negara Islam, seperti Arab Saudi, Qatar, Bahrain, dan Kuwait. Para duta besar India di negara-negara itu bahkan sampai dipanggil untuk menerima surat protes.
Kecaman juga datang dari Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) yang menyebutnya mengandung konteks mengintensifkan kebencian dan pelecehan terhadap Islam di India dan praktik sistematis terhadap Muslim.
Akibat kontroversi ini, Nupur Sharma diskors dari jabatannya sebagai juru bicara BJP. Ia juga telah meminta maaf melalui Twitter.
Sumber: akurat.co
Artikel Terkait
Israel Hapus 2 Nama Kunci Iran dari Daftar Buruan: Peran Rahasia Pakistan Terungkap
Iran Klaim Tembak Jatuh F-18 AS Senilai Rp1 Triliun: Video Detik-Detik Serangan dan Gelombang Rudal Poros Perlawanan
5 Syarat Iran Akhiri Perang: Tolak Gencatan Senjata AS, Ini Tuntutan yang Bikin Dunia Tegang
USS Gerald Ford Ditarik dari Iran: Kelemahan Fatal Kapal Induk Termahal AS Terbongkar!