Heydari juga menyinggung drone bawah tanah rahasia Angkatan Darat yang dipamerkan baru-baru ini. "Semua peralatan ini adalah untuk menanggapi agresi bodoh musuh-musuh Revolusi Islam, dan senjata ringan pasukan darat sedang diubah, diperbarui, dan dilokalisasi," ujarnya.
Selain itu, Korps Pengawal Revolusi Islam (IRGC) Iran menyebut Israel memiliki rencana untuk membunuh Presiden Iran Ibrahim Raisi dan pejabat senior lainnya. Rencana ini merupakan upaya Israel mengacaukan politik Teheran.
Dalam pengumuman di saluran Telegram resminya, IRGC mengutip sumber-sumber anonim intelijen Iran bahwa, intelijen Israel, Mossad, bertujuan membunuh Raisi di luar Ibu Kota Iran, Teheran.
Rencana ini bertujuan menggoyahkan Iran, meruntuhkan ekonomi dan mata uang nasionalnya yang akan menyebabkan protes besar-besaran.
Intelijen itu kemudian memaksa Kementerian Intelijen dan Keamanan Iran menginformasikan rencana tersebut kepada Presiden Raisi. Akibatnya, Raisi membatalkan beberapa kunjungan dan partisipasi dalam acara-acara di luar Teheran, karena situasi genting.
Sumber: m.republika.co.id
Artikel Terkait
Selat Hormuz Ditutup! Begini Strategi Darurat Pemerintah Jaga Stok Minyak Nasional
Perang Iran vs AS-Israel Meledak ke Lebanon: Harga Minyak Tembus US$82, Korban Jiwa Meningkat!
China Evakuasi Warga dari Iran: Rute Darat Rahasia via Astara ke Baku Terungkap
UEA Tutup Kedutaan di Iran: Dampak Mengerikan Serangan Rudal & Drone 2026