“‘Indonesia belum siap untuk demokrasi,’ katanya kepada saya dalam pertemuan tersebut. Negara ini, katanya, membutuhkan ‘rezim otoriter yang jinak’,” cerita Allan Nairm.
Allan Nairm menyebut Prabowo menyatakan dukungannya terhadap pemerintahan militer.
“Ia memuji kudeta baru-baru ini di Pakistan dan merenungkan kemungkinan melakukan langkah serupa di Indonesia,” tulis Allan Nairm.
“‘Apakah saya punya nyali?’ tanyanya retoris. ‘Apakah saya siap disebut diktator fasis?’ Sejak saat itu, Prabowo telah berulang kali mencoba melakukan kudeta dan gagal dua kali dalam pemilihan presiden,” tambahnya.
👇👇
TAGS
TAGS2
SSSS
Artikel Terkait
Israel Hapus 2 Nama Kunci Iran dari Daftar Buruan: Peran Rahasia Pakistan Terungkap
Iran Klaim Tembak Jatuh F-18 AS Senilai Rp1 Triliun: Video Detik-Detik Serangan dan Gelombang Rudal Poros Perlawanan
5 Syarat Iran Akhiri Perang: Tolak Gencatan Senjata AS, Ini Tuntutan yang Bikin Dunia Tegang
USS Gerald Ford Ditarik dari Iran: Kelemahan Fatal Kapal Induk Termahal AS Terbongkar!