Kementerian Pertahanan Taiwan mengatakan, langkah ini akan membantu memastikan kesiapan tempur pulau dalam menghadapi aktivitas yang kerap dilakukan China.
Badan Kerja Sama Keamanan Pertahanan AS mengatakan pihaknya telah menyampaikan sertifikasi ke Kongres setelah persetujuan Departemen Luar Negeri bagi penjualan tersebut. Proposal itu diminta oleh kedutaan de facto Taiwan di Washington.
Penjualan tersebut mencakup suku cadang dan perbaikan yang tidak diklasifikasikan untuk kapal dan sistem kapal, teknis logistik, dukungan teknis dan logistik perwakilan pemerintah AS dan kontraktor.
"Penjualan yang diusulkan akan berkontribusi pada keberlanjutan armada kapal permukaan penerima, meningkatkan kemampuannya untuk menghadapi ancaman saat ini dan masa depan," kata Badan Kerja Sama Keamanan Pertahanan AS dalam pernyataan Rabu (8/6/2022) waktu setempat.
Suku cadang akan bersumber dari vendor Angkatan Laut AS yang disetujui dan/atau Stok Angkatan Laut AS.
Artikel Terkait
Iran Tantang Trump Kirim Kapal Perang AS: Berani Masuk Teluk Persia?
Iran Hancurkan Pusat Data AWS: Kekacauan Digital yang Bikin AS-Israel Kalang Kabut
Misteri Keheningan Yair Netanyahu: Benarkah Isu Kematian Ayahnya, PM Israel?
Dokumen Rahasia CIA Soal Imam Mahdi: Fakta atau Hoax Viral? Ini Analisis Lengkapnya