Selama bertahun-tahun, limbah dan sampah mengalir langsung ke perairan Gaza, menimbulkan bencana lingkungan yang telah lama merusak salah satu kesempatan langka bagi warga di sana: berenang di sekitar pantai yang sempit.
Musim ini berbeda dari biasanya, karena fasilitas pengolahan limbah yang didanai komunitas internasional di sepanjang kawasan pantai telah beroperasi.
Fasilitas itu mengurangi polusi ke tingkat paling rendah selama bertahun-tahun, kata sejumlah pejabat lingkungan.
"Kami dulu tak bisa datang (ke pantai) karena lautnya tercemar dan jika kami ke sini, anak-anak pulang ke rumah membawa virus dan penyakit kulit," kata Sahar Abu Bashir, 52 tahun.
"Hari ini kawasannya bersih dan lautnya bersih. Kami merasa seperti berada di negara lain," kata ibu empat anak itu kepada Reuters.
Pekan ini, di pantai yang panjang dan berpasir itu nyaris tak ada bendera merah. Bendera itu selama ini dipakai untuk memperingatkan pengunjung agar tidak berenang, karena puluhan juta meter kubik limbah tak terolah mengalir ke sana setiap hari.
Orang-orang duduk mengitari meja-meja plastik di pantai itu, sementara anak-anak bermain dengan ban-ban tiup dari karet. Di beberapa tempat, pemilik kuda terlihat memandikan hewan piaraannya.
Artikel Terkait
Joe Biden Meninggal 2019? Fakta Mengejutkan di Balik Klaim Epstein Files
Lavrov Bongkar Satanisme Elite Barat: Inikah Wajah Asli Deep State yang Terungkap dari Dokumen Epstein?
Dokumen Rahasia Terungkap: Surat Kematian Jeffrey Epstein Terbit SEBELUM Ia Ditemukan Tewas!
Misteri Wajah di Uang $20: Benarkah Jeffrey Epstein Adalah Reinkarnasi Andrew Jackson?