Selain itu, masyarakat Bali dinilai juga miliki rasa gotong royong yang tinggi sehingga turut membantu pemerintah dalam mengendalikan Covid-19 lebih optimal. Terlebih, melalui pengendalian Covid-19 dengan vaksinasi berbasis banjar yang diterapkan, membuat penanganan pandemi di daerah tersebut dapat berlangsung secara cepat.
"(Vaksinasi di) Bali basisnya banjar. Di setiap banjar punya aula hall, di situ kemudian dikirim vaksinnya, dikirim tenaga kesehatannya, dan masyarakat itu dipimpin oleh kepala banjarnya yang cuma 400-500 orang, diajak ke sana (tempat vaksinasi). Maka, kecepatan vaksinasi di Bali tertinggi di Indonesia. Bahkan, tidak berlebihan kalau saya sampaikan mungkin salah satu kecepatannya tertinggi di dunia," ujar Mendagri dalam keterangan tertulisnya, Senin (13/6/2022).
Mendagri menuturkan, kecepatan itu terlihat dari capaian vaksinasi yang hampir mencapai 90% dari jumlah penduduk sebanyak 4-5 juta. Karena itu, dalam sebuah pertemuan dengan pemerintah daerah (Pemda), Mendagri kerap meminta daerah untuk belajar dari Bali. Sebab, Provinsi Bali telah menerapkan proses vaksinasi melalui pendekatan kearifan lokal, yakni berbasis banjar.
"Ada beberapa daerah yang meniru, saya tahu. Saya tidak mau sebutkan dan kecepatan mereka meningkat," tambahnya.
Dalam kesempatan yang sama, Mendagri mengapresiasi langkah Gubernur Bali Wayan Koster atas keberaniannya memutuskan kebijakan yang tepat dan akurat dalam menangani pandemi. Kebijakan itu seperti saat meminta dosis vaksin dengan jumlah yang banyak kepada pemerintah pusat untuk diberikan kepada masyarakat Bali. Padahal, daerah lain sempat kesulitan menyosialisasikan vaksinasi kepada masyarakat.
Artikel Terkait
Ancaman Pistol Ussama ke Bayi Ressa: Fakta Kelam yang Ditutupi Denada Selama 24 Tahun
Santunan Rp15 Juta Cair! Ini Rincian Bantuan Lengkap Kemensos untuk Korban Banjir Sumatra
Misteri Bercak Darah di Kamar Lula Lahfah Terungkap: Ini Kata Puslabfor Polri
Tessa Mariska Bocorkan Identitas Ayah Kandung Ressa: Rapper Eksis Ini Diduga Kuat!