"Bahkan, tadi yang beliau (Gubernur) sampaikan, Bali itu kecepatannya (vaksinasi) tercepat, booster-nya pun tercepat lagi (vaksinasi tahap) yang ketiga. Satu-satunya daerah yang bisa di atas 70% baru Bali saat ini sehingga situasi Covid melandai," terang Mendagri.
Di lain sisi, Mendagri menyebutkan jika Bali merupakan daerah yang menjadi model percontohan dalam penanggulangan Covid-19. Pada penerapan kebijakan karantina 7 hari misalnya, ditentukan berdasarkan kalkulasi dan pertimbangan matang. Sebelumnya, pemerintah menerapkan karantina selama 14 hari. Dari upaya tersebut, diketahui angka kasus Covid-19 kemudian melandai. Kesuksesan itu kemudian ditiru oleh daerah lainnya.
Mendagri mengimbuhkan, dalam konteks PKB ke-44, belum banyak daerah yang berani menggelar kegiatan kolosal. Namun, Provinsi Bali diketahui telah memberanikan diri menggelar kegiatan kolosal, meliputi pawai hingga pertunjukan seni dengan rentang waktu yang panjang.
Hal tersebut tentu dilakukan berdasarkan perhitungan dan data yang matang. Dengan demikian, kegiatan yang sempat dilakukan terbatas tersebut dapat dihelat secara tatap muka dan diikuti oleh masyarakat Bali.
"Beliau berani untuk melakukan Pesta Kesenian Bali yang ke-44 ini. Tidak lagi online, hybrid, tapi langsung person in person physical, langsung, kolosal. Tadi siang itu tidak main-main kolosalnya, panjang sekali," tandas Mendagri.
Sumber: republika.co.id
Artikel Terkait
Ancaman Pistol Ussama ke Bayi Ressa: Fakta Kelam yang Ditutupi Denada Selama 24 Tahun
Santunan Rp15 Juta Cair! Ini Rincian Bantuan Lengkap Kemensos untuk Korban Banjir Sumatra
Misteri Bercak Darah di Kamar Lula Lahfah Terungkap: Ini Kata Puslabfor Polri
Tessa Mariska Bocorkan Identitas Ayah Kandung Ressa: Rapper Eksis Ini Diduga Kuat!