Burhanuddin menyebutkan setidaknya ada dua alasan utama masyarakat Indonesia ingin status pandemi diubah jadi endemi.
Pertama, penyebaran kasus covid-19 sudah terkendali 26,8 persen.
"Kedua, warga sudah dua kali vaksin 19,9 persen, agar perekonomian kembali berputar 19,6 persen dan Covid-19 sudah dianggap seperti flu biasa 8,4 persen,” kata Burhanuddin dalam webinar, Minggu (15/5).
Dia menjelaskan hasil survei nasional yang dilakukan Indikator Politik Indonesia ialah 69 persen responden setuju atas peralihan status pandemi menjadi endemi.
Sebanyak 8,5 persen responden menyatakan kurang setuju/tidak setuju sama sekali,” katanya.
Artikel Terkait
Bahlil Larang Panic Buying BBM & LPG: Ini Dampak Perang Iran dan Cara Bijak Hemat Energi
Update Harga BBM Maret 2026 di Jateng: Pertalite Aman, Pertamax Naik Rp 500, Ini Daftar Lengkapnya!
Misteri Bau Busuk di Masjid Pangandaran Terungkap: Pemuda Tewas Tersengat Listrik Saat Mabuk?
Panglima TNI Copot Kabais? Ternyata Ini Kaitannya dengan Kasus Penyiksaan Aktivis Kontras