Arie pun menerangkan bahwa pemilihan Berkowitz semata-mata didasarkan pada pertimbangan akademis.
Dia pun menegaskan bahwa UI tidak memiliki maksud lain selain aspek akademik ketika mengundang Berkowitz.
โSaat pemilihan kandidat pembicara, UI menilai bahwa Prof. Peter Berkowitz (The Hoover Institution - Stanford University) dan Dr. Ir. Sigit P. Santosa (PT Pindad, Alumni terkemuka MIT di Indonesia) adalah di antara nama-nama terbaik dari luar negeri dan dalam negeri dalam bidang terkait,โ kata Arie.
Meski begitu, lanjut Arie, UI memahami reaksi publik yang muncul atas kejadian ini.
Oleh karena itu, dia memastikan bakal menjadikannya bahan pembelajaran agar lebih selektif dalam memilih pembicara di kemudian hari.
โKami memahami reaksi dan keprihatinan publik yang mungkin muncul akibat orasi yang disampaikan oleh salah seorang akademisi tamu pada kegiatan PSAU tersebut. Kasus ini menjadi sebuah pembelajaran sekaligus bentuk perhatian positif untuk UI agar lebih selektif dan sensitif dalam mempertimbangkan berbagai aspek saat mengundang akademisi internasional pada masa yang akan datang,โ pungkasnya.
๐๐
Universitas Indonesia invited Peter Berkowitz; a zionist and Israel's Genocide defender, as a speaker at the UI Graduate Program Orientation 2025.
Berkowitz has written multiple articles in support of the genocide in Palestine and was also Trump's Director of Policy Planning. pic.twitter.com/JpjVAJvB5j
Njir khilaf. Parah!
UI Minta Maaf, Akui Khilaf Saat Cek Latar Akademisi Pro-Israel Peter Berkowitz https://t.co/3bI6V02Asb pic.twitter.com/SzZ8A5NPrN
Sumber: Kompas
Artikel Terkait
Kritik Mahasiswa vs Program Prabowo: Analisis Strategis KDKMP, Danantara, dan MBG
Chat Viral Reyhan Bacok Fara di UIN Suska: Isi Pesan Saksi Mata yang Bikin Merinding!
Impor Beras AS 1.000 Ton: Bukti Swasembada Palsu atau Strategi Diplomasi?
Ustaz Abdul Somad Beri Peringatan Keras: Inilah Pesan untuk Anak Muda Usai Pembacokan Mahasiswi UIN Suska Riau