Menurut Fadli, Indonesia layak disebut sebagai bangsa yang besar sebab modalitas perspektif yang sering dilihat sebagai negara dengan jumlah penduduk terbesar keempat di dunia, pertumbuhan demokrasi, partisipasi demokrasi terbesar ketiga, ekonomi terbesar di antara negara-negara anggota, dan kepemimpinan Indonesia di negara ASEAN.
Dia juga menilai, kepemimpinannya di G20 bukan hanya sekadar menunjukkan kapasitas di level global, melainkan juga harus merefleksikan cita-cita luhur konstitusi, yakni ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.
Dia juga mengatakan bahwa DPR mendukung sepenuhnya keberhasilan kepemimpinan Indonesia dalam perhelatan G20. Sementara itu, Fadli mengatakan bahwa forum diskusi yang dilakukan pihaknya merupakan inisiatif awal menuju G20 Indonesia pada 6-7 Oktober mendatang.
"Jadi, menjelang G20 dilakukanlah pertemuan P20, yaitu dari sisi parlemen. Kami ingin menunjukkan melalui perhelatan diskusi ini bahwa fondasi, bekerja dalam dukungan optimal terhadap Presidensi G20 Indonesia adalah akurat. Kami percaya bahwa pendekatan ilmiah mampu melihat secara objektif dan proyektif dari suatu persoalan," jelasnya.
Lebih lanjut, dia juga mengatakan bahwa melalui diskusi yang dilakukan pihaknya akan mendapat masukan berharga terutama terkait dengan pengoptimalan Presidensi G20 Indonesia.
"Kita tidak ingin hanya menjadi sekadar event organizer," katanya.
Sumber: suara.com
Artikel Terkait
Bahlil Larang Panic Buying BBM & LPG: Ini Dampak Perang Iran dan Cara Bijak Hemat Energi
Update Harga BBM Maret 2026 di Jateng: Pertalite Aman, Pertamax Naik Rp 500, Ini Daftar Lengkapnya!
Misteri Bau Busuk di Masjid Pangandaran Terungkap: Pemuda Tewas Tersengat Listrik Saat Mabuk?
Panglima TNI Copot Kabais? Ternyata Ini Kaitannya dengan Kasus Penyiksaan Aktivis Kontras