Peristiwa meninggalnya pengemudi ojek online (ojol) Affan Kurniawan usai dilindas kendaraan taktis Brimob di kawasan Pejompongan, Jakarta Pusat, Kamis (28/8) malam, memicu gelombang protes besar di media sosial.
Pantauan Jurnalistika pada Jumat (29/8/2025) pukul 08.43 WIB menunjukkan tagar #PolisiPembunuhRakyat bertengger di trending topik X dengan lebih dari 48,4 ribu unggahan.
Warganet ramai menuntut keadilan untuk Affan dan mengecam tindakan aparat.
Banyak pengguna X membagikan poster hingga video terkait peristiwa tersebut. Salah satu akun menuliskan.
“Jangan pernah anak kalian jadi polisi Indonesia. Mereka akan jadi pembunuh bagi rakyat Indonesia. #PolisiPembunuhRakyat #polisipembunuh.”
Ungkapan kemarahan juga terlihat dalam unggahan lain.
“GW GAK PERNAH SEMARAH INI! OJOL LEBIH BANYAK MANFAATNYA DARIPADA KALIAN!!!! GUYS PLEASE YG DEMO STAY SAFE. #polisipembunuh #PolisiPembunuhRakyat.“
Netizen lain membagikan foto bertuliskan, “Nyawa rakyat bukan tumbal kekuasaan, suara mereka harusnya didengar, bukan dilindas.”
Ungkapan duka juga membanjiri lini masa, salah satunya memperlihatkan keluarga korban menangis.
“Sakit banget liat tangisan keluarganya. Mereka yg demo tuh salah satu anak yg berharga buat keluarganya. Para aparat ini ga pake mikir soal nyawa org apa ya, isinya ga berguna cuman emosi sm kekerasan! #PolisiPembunuhRakyat #IndonesiaGelap.”
Hingga berita ini ditulis, tagar #PolisiPembunuhRakyat masih menjadi trending di X.
Sejumlah kata kunci lain seperti “Brimob”, “Kwitang”, hingga #IndonesiaGelap turut ramai diperbincangkan pengguna.
Sumber: jurnalistika
Foto: Tagar #PolisiPembunuhRakyat trending di media sosial X (dulunya Twitter) setelah peristiwa meninggalnya Affan Kurniawan yang dilindas mobil Brimob. (Dok. X)
Artikel Terkait
Gas Air Mata Masuk Rumah Warga, Ibu-Ibu Ngamuk Usir Aparat Pakai Sapu Lidi
Ojol Pasang Spanduk di Fly Over Pasar Senen Kecam Pelindasan Affan
Heboh Video Ricuh di Polda Metro Jaya: Pengacara Publik Diusir Paksa saat Minta Anak-anak Dibebaskan
Jreng! Sahroni Dicopot dari Pimpinan Komisi III Usai Nyebut Pendemo DPR Orang Tolol Sedunia