Oleh karena itu, Bloomberg New Economy berupaya menjawab tantangan dengan menyatukan yang terbaik dari pemerintah dan perusahaan swasta dari seluruh dunia.
Melalui program bernama Catalysts yang menggandeng kalangan industri, forum itu mengeklaim telah sukses menggelar berbagai acara di Singapura, Beijing, Panama City, Dublin, Marrakesh, dan Sao Paulo.
Selain sebagai pendiri Bloomberg New Economy, Michael Bloomberg juga menjadi salah satu penasihat di forum itu.
Nama beken lain di Dewan Penasihat Bloomberg New Economy ialah mantan Perdana Menteri (PM) Italia Mario Draghi, eks Deputi PM Singapura Gan Kim Yong, dan Menteri Perdagangan AS Periode 2021-2025 Gina Raimondo.
Dewan Penasihat Bloomberg New Economy juga diisi akademisi, seperti mahaguru ilmu ekonomi Universitas Harvard Prof. Gita Gopinath dan guru besar Sekolah Hubungan Internasional Universitas Columbia Prof. Merit Janow.
Chief executive officer (CEO) sekaligus Chief Investment Officer (CIO) Soros Fund Management Dawn Fitzpatrick juga duduk di Dewan Penasihat Bloomberg New Economy.
Orang keuangan lainnya yang juga menjadi penasihat di forum tersebut ialah Chairman Jorge Paulo Lemann Foundation Jorge Paulo Lemann yang dikenal sebagai Raja Bir.
"Komunitas kami yang terdiri dari kepala negara, menteri senior, pimpinan organisasi multilateral, CEO multinasional, pendiri, ketua dewan direksi, investor, pemodal, inovator, dan aktivis, baik yang masih menjabat maupun yang sudah pensiun, telah berkembang hingga berjumlah lebih dari 1.500 orang," demikian tertulis di laman Bloomberg New Economy.
Sumber: JPNN
Artikel Terkait
Investasi Strategis PT Metro Timur Indonusa: Mengapa Startup Gagal Meski Produknya Bagus?
Dana Rp28 Triliun Soros Bocor ke Indonesia: Target Rahasia dan Kontroversi Intervensi Asing
SP-3 untuk Rismon: Perlindungan Hukum atau Imunitas untuk Kasus Ijazah Palsu?
Skandal Dapur MBG Ponorogo: Anggaran Siswa Dipotong, Intimidasi Hingga Pencatutan Nama Menteri!