Tanpa perbaikan serius, program MBG dikhawatirkan menjadi “noda hitam” dalam catatan awal pemerintahan Prabowo-Gibran.
“Kalau tidak segera dievaluasi, MBG bisa menjadi catatan buruk dari janji program yang digembar-gemborkan sejak kampanye,” jelasnya.
Di media sosial, banyak orang tua menyuarakan kekhawatiran.
Sebagian berharap program tetap berjalan karena manfaatnya besar bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.
Namun, tidak sedikit pula yang mendesak agar program dihentikan sementara sampai sistem keamanan pangan benar-benar terjamin.
Kondisi ini memperlihatkan bahwa MBG berada di persimpangan: antara mimpi besar peningkatan gizi anak bangsa dan realita di lapangan yang masih penuh tantangan.
Bandung sebagai salah satu daerah percontohan MBG juga tak luput dari kritik.
Beberapa sekolah melaporkan keterlambatan distribusi makanan, sementara kualitas menu masih dipertanyakan.
Hal ini menambah daftar panjang masalah teknis yang harus segera dibenahi pemerintah.
Jika evaluasi dilakukan secara menyeluruh dan transparan, MBG masih berpeluang menjadi salah satu warisan penting pemerintahan baru.
Namun, jika dibiarkan berlarut-larut, kasus keracunan ini bisa menggerus legitimasi dan kepercayaan publik sejak awal kepemimpinan.
Tragedi keracunan MBG seharusnya menjadi momentum penting bagi pemerintah untuk berbenah dan memperkuat sistem pengawasan.
Dengan keterlibatan ahli gizi, tenaga kesehatan, hingga partisipasi masyarakat, program ini masih bisa diselamatkan.
Masyarakat pada dasarnya mendukung niat baik pemerintah.
Yang dibutuhkan kini adalah transparansi, kecepatan respons, dan jaminan keamanan pangan agar MBG benar-benar menjadi program yang membanggakan, bukan justru menjadi beban politik.
Ke depan, Prabowo perlu membuktikan bahwa janji kampanye tidak berhenti pada slogan, melainkan diwujudkan dengan implementasi yang tepat, aman, dan berpihak pada anak-anak Indonesia.
Sumber: HukamaNews
Artikel Terkait
SALINAN IJAZAH JOKOWI DARI KPU TERBUKA: Inikah Kunci Pembongkaran yang Dinanti?
Data Pengadaan Kapal Berbeda: Menkeu Purbaya vs Menteri Trenggono, Siapa yang Benar?
Habib Bahar bin Smith Bebas Ditahan? Ini Alasan Polisi dan Upaya Damai yang Mengejutkan
Pajak Kendaraan Jateng Naik 60%! Ini Dampak Nyata ke Kantong Anda