“Di mana ada rakyat yang santun, biasanya di situ ada pemimpin yang berwibawa,” tegasnya. Nasaruddin memohon agar semua pihak memberikan tempat terhormat kepada para kiai dan pesantren sebagai guru peradaban bangsa.
Kecaman Juga Datang dari PBNU dan MUI
Protes keras tidak hanya disampaikan Menag. Ketum PBNU KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) juga menyatakan keberatan, menilai tayangan tersebut telah melecehkan dan merendahkan dunia pesantren serta tokoh-tokohnya yang dihormati.
Sementara itu, MUI melalui KH Masduki Baidlowi meminta KPI (Komisi Penyiaran Indonesia) untuk segera menindak Trans7. Tayangan tersebut dinilai tidak profesional, tidak cover both side, dan sangat tendensius. MUI mengkhawatirkan tayangan semacam ini dapat memicu respons emosional dari masyarakat jika tidak ditangani dengan serius.
MUI mendesak KPI untuk memanggil dan menegur pihak Trans7 serta mereka yang terlibat dalam produksi tayangan yang dianggap berbahaya dan memiliki agenda tertentu.
Sumber: JawaPos.com
Artikel Terkait
Bukan Dibangun Pakai Uang Rakyat! Ini Fakta Mengejutkan di Balik Masjid Jokowi di Abu Dhabi
Bayar Utang Whoosh dengan Uang Koruptor? Ini Rencana Kontroversial Prabowo
Maxim Indonesia: Rahasia Pesan & Daftar Driver untuk Hasilkan Cuan!
Prabowo Gaspol! Whoosh Tak Cuma ke Surabaya, Tapi Diteruskan Sampai Ujung Jawa Timur