Sahroni juga menyayangkan tindakan penjarahan tersebut. Ia berpendapat bahwa aksi itu terjadi karena adanya framing politik di ruang publik yang tidak dipahami dengan benar oleh para pelaku.
"Sayang bapak ibu, konteks politik di dalam ruang publik ini di-frame orang yang gak ngerti kondisinya," tambahnya.
Mengenai alasannya baru muncul dan memberikan pernyataan sekarang, Sahroni mengaku bahwa sebelumnya dirinya merasa dibenci dan dicari-cari oleh banyak orang.
"Kenapa saya baru hadir lagi hari ini? Semua orang membenci saya, semua orang mencari saya," kata Sahroni menutup pernyataannya.
Artikel Terkait
Dana Rp28 Triliun Soros Bocor ke Indonesia: Target Rahasia dan Kontroversi Intervensi Asing
SP-3 untuk Rismon: Perlindungan Hukum atau Imunitas untuk Kasus Ijazah Palsu?
Skandal Dapur MBG Ponorogo: Anggaran Siswa Dipotong, Intimidasi Hingga Pencatutan Nama Menteri!
Skandal Dapur MBG Ponorogo: Anggaran Dipotong, Intimidasi, hingga Klaim Palsu Cucu Menteri!