Politik Diam Purbaya Yudhi Sadewa: Makna di Balik Sikap Tenang Terkait Isu Utang Whoosh
Oleh: Agung Nugroho
Di tengah hiruk-pikuk politik yang dipenuhi klaim kemenangan dan sorak-sorai, suara yang jernih seringkali tenggelam. Saat semua pihak ingin berbicara, hanya sedikit yang bersedia mendengar. Namun, dalam konteks ini, sebuah sikap tenang justru dapat berbicara lebih lantang daripada ribuan kata. Purbaya Yudhi Sadewa memilih jalan tersebut—bukan dengan teriakan atau pencitraan di panggung, melainkan melalui kesunyian yang penuh makna.
Isu Utang Whoosh dan Kebisingan Publik
Belakangan, publik diramaikan oleh perbincangan mengenai utang proyek Kereta Cepat Whoosh. Berbagai angka besar dan istilah ekonomi teknis memenuhi pemberitaan, memicu debat sengit. Di sisi lain, masyarakat awam hanya bisa menyaksikan dengan pertanyaan mendasar: siapa yang akhirnya akan menanggung beban ini?
Di puncak kegaduhan tersebut, nama Purbaya Yudhi Sadewa mencuat. Keistimewaannya bukan karena ia ikut menyumbang kebisingan, melainkan justru karena memilih untuk menjauh dari sorotan. Banyak yang menafsirkan langkah ini sebagai bentuk penghindaran. Namun, bagi yang memahami bahwa sikap juga merupakan sebuah pernyataan, ketidakhadirannya di berbagai forum justru menjadi pesan politik yang jujur dan powerful.
Diam sebagai Pernyataan Politik yang Jujur
Purbaya seolah menyampaikan bahwa tidak setiap momen mengharuskan kehadiran simbolis, terlebih di saat rakyat sedang menahan napas menghadapi beban ekonomi yang kian berat. Diamnya bisa dimaknai sebagai bentuk penghormatan terhadap kesadaran publik—terhadap perasaan lelah masyarakat yang menyaksikan euforia di tengah bayang-bayang krisis.
Dalam politik kontemporer yang kerap diwarnai pidato panjang berisi pencitraan, keheningan justru dapat menjadi ekspresi kejujuran yang lebih tulus. Tidak semua yang ramai dan viral merepresentasikan kebenaran sejati.
Artikel Terkait
Tantangan Logistik 2026: Solusi Fleet Management Ini Bisa Hemat Biaya Hingga 25%!
Rahasia Pahala Luar Biasa Shalat Tarawih Malam 1-30: Dari Bayi Suci hingga Setara 1000 Haji!
Roy Suryo Buka Bukaan Kaus Raja Jawa di Sidang Ijazah Jokowi, Ada Apa?
Tembok Ratapan Solo: Fakta Viral di Balik Rumah Jokowi yang Jadi Magnet Gen Z