Dokter Tifa dan Walk Out
Saat ketiganya tetap hadir, Jimly mengaku kaget dan merasa kasihan melihat Dokter Tifa. Komisi kemudian memberi dua opsi: duduk di luar ruangan atau pindah ke belakang dengan syarat tidak boleh berbicara.
"Maka tentu saja, kaget ini saya, kata Tifa. Kasihan juga saya, merasa waduh bagaimana? Nah, akhirnya ya kita kasih kesimpulan begini," ujar Jimly.
Namun, ketiganya menolak opsi tersebut dan memilih walk out (WO) dari audiensi. Jimly menyikapi tindakan ini dengan menghargai sikap Refly Harun dan kawan-kawan sebagai aktivis.
"Tapi mereka ini ya pejuang. Iya kan? Sebagai pejuang, dia enggak mau. Keluar WO gitu loh. Saya sebagai ketua komisi, menghargai sikap dari Refly Harun, itu aktivis sejati," paparnya.
Fokus Komisi adalah Reformasi, Bukan Kasus Perkara
Jimly menegaskan kembali bahwa tugas utama Komisi Percepatan Reformasi Kepolisian adalah memperbaiki institusi Polri ke depan, bukan menangani kasus-kasus individual.
"Kami sebagai Komisi Reformasi kepolisian, kita harus memperbaiki kepolisian masa depan. Tapi jangan terpaku pada kasus-kasus. Kasus-kasus itu boleh disampaikan boleh, tapi kita tidak menangani kasus," jelas Jimly.
Dengan demikian, kesimpulan akhirnya adalah tiga tersangka tersebut tidak diizinkan untuk berpartisipasi dalam audiensi tersebut, sebuah keputusan yang telah disampaikan Jimly kepada Refly Harun sebelumnya.
Artikel Terkait
Anak 3 Tahun Dilecehkan di Penahanan AS: Ini Bukti Sistemnya Gagal Total?
Jokowi & Prabowo Beri Sinyal Keras ke AS: Batal Kirim Bantuan 17 Triliun ke BoP?
Ruben Onsu & Betrand Pindah ke Belanda? Ini Alasan Mengejutkan & Persiapan Mereka!
KPK Patuh! MK Batasi Wewenang Hitung Kerugian Negara, Hanya BPK yang Sah?