Konflik Internal PBNU: Ultimatum Mundur Gus Yahya dari Rais Aam
Oleh: Erizal
Suasana internal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) sedang memanas. Untuk pertama kalinya, Ketua Rais Aam, KH Miftachul Akhyar, memberikan ultimatum kepada Ketua Tanfidziyah, KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya), untuk mengundurkan diri dalam waktu tiga hari. Keputusan singkat dan tegas ini mengindikasikan adanya masalah sangat serius dan mendasar yang dianggap tak termaafkan, kecuali dengan pengunduran diri.
Penyebab Ultimatum: Melampaui Konflik Biasa
Hubungan antara Rais Aam dan Ketua Tanfidziyah biasanya berjalan harmonis. Namun, kali ini berbeda. Ultimatum ini muncul padahal masa jabatan Gus Yahya belum genap satu periode, sementara biasanya ketua Tanfidziyah dapat menjabat dua periode. Permintaan mundur ini pun ditolak oleh Gus Yahya, mempertanyakan stabilitas internal PBNU ke depan.
Latar belakang ultimatum ini diduga kuat bukan sekadar konflik politik internal NU yang biasa terjadi. Dua isu utama yang mencuat adalah:
- Masalah Tata Kelola Keuangan PBNU yang diduga bermasalah.
- Hubungan dengan Jaringan Internasional, khususnya yang dikaitkan dengan Zionis Israel.
Artikel Terkait
Link Video Bocil Block Blast Viral: Hoaks atau Bahaya Nyata? Ini Fakta Mengejutkannya!
MUI Bongkar Masalah KUHP Baru: Nikah Siri & Poligami Bisa Dipidana, Benarkah Langgar Hukum Islam?
The Simpsons Ramal Kematian Trump 2026? Ternyata Ini Fakta Mengejutkan di Balik Video Viral!
Prabowo Tantang Swasembada Pangan 1 Tahun: Negara Kaya, Rakyat Miskin Itu Tidak Masuk Akal!