Isu hubungan Gus Yahya dengan jaringan tertentu di Israel sebenarnya telah menjadi rahasia umum bahkan sebelum ia menjabat. Foto pertemuannya dengan Benjamin Netanyahu pun masih dapat dilihat publik. Jika ini menjadi alasan utama, mengapa baru sekarang dianggap pelanggaran serius?
Diduga, inti masalah justru berkelindan pada tata kelola keuangan yang melibatkan dana besar. Isu-isu seperti konsesi tambang untuk PBNU dari era Presiden Jokowi dan kuota haji yang sempat diusut KPK turut menambah rumit situasi. Mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, yang merupakan adik kandung Gus Yahya, pernah berada di pusat isu kuota haji tersebut.
Publik mungkin lebih tertarik pada narasi hubungan internasional, namun akar masalahnya bisa jadi terletak pada pengelolaan keuangan organisasi yang kompleks.
Dampak dan Skenario ke Depan bagi PBNU
Ultimatum ini memiliki nuansa politis yang kuat. Keputusan Rais Aam mungkin bukan hanya berdasar pertimbangan duniawi, tetapi juga spiritual untuk menjaga marwah NU dan umat. Jika proses ini berjalan mulus, pengaruh pihak luar dapat diminimalisir. Sebaliknya, jika berlarut dan tak terselesaikan dengan baik, dikhawatirkan akan membuka pintu bagi kepentingan eksternal untuk masuk dan mengintervensi internal NU.
Semua pihak kini menunggu sikap final dari internal PBNU. Keputusan yang diambil akan menentukan arah organisasi Islam terbesar di Indonesia ini, terutama dalam menyambut Muktamar NU yang tinggal setahun lagi.
Direktur ABC Riset & Consulting
Artikel Terkait
WNA China Dalang Utama Penipuan eTilang Palsu, Begini Modusnya yang Rugikan Korban Miliaran!
PDIP Bongkar Fakta Mengejutkan: Anggaran Pendidikan Dipotong Rp223,5 Triliun untuk Program Ini!
Dokumen Epstein yang Hilang: Bukti Kuat Transparansi AS Hanya untuk Rakyat Biasa?
Ibu Tiri di Sukabumi Aniaya Anak Tiri 12 Tahun Hingga Tewas: Motifnya Bikin Geram!