Ketegangan memuncak dengan adanya pernyataan yang menganggap barang bukti sabu yang diamankan hanyalah tawas. Tuduhan ini dianggap melecehkan institusi Kodim 0912/KBR. Polres juga disebut meragukan asal barang bukti, yang dianggap seolah-olah berasal dari anggota Kodim sendiri.
Pelimpahan Kasus ke BNNP Kaltim sebagai Solusi
Meski sempat memanas, Polres Kubar akhirnya memastikan kelanjutan perkara. Wakapolres Kubar, Kompol Subari, menyatakan bahwa keenam terduga pelaku telah diserahkan ke Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kalimantan Timur.
Pelimpahan ini dilakukan untuk menjalani proses asesmen dan rehabilitasi, mengingat hasil tes urine yang positif. Dengan demikian, proses hukum kini berada di bawah kewenangan khusus BNNP Kaltim.
Dampak dan Harapan ke Depan
Insiden walk out ini menyoroti dinamika kerja sama TNI-Polri dalam penegakan hukum, khususnya pemberantasan narkoba di Kutai Barat. Publik kini menunggu hasil asesmen dan tindak lanjut dari BNNP Kaltim.
Langkah pelimpahan kasus diharapkan dapat meredam ketegangan dan memastikan objektivitas hukum. Masyarakat berharap sinergi antar-aparat dapat diperkuat kembali untuk efektivitas pemberantasan narkoba di wilayah tersebut.
Artikel Terkait
Tantangan Logistik 2026: Solusi Fleet Management Ini Bisa Hemat Biaya Hingga 25%!
Rahasia Pahala Luar Biasa Shalat Tarawih Malam 1-30: Dari Bayi Suci hingga Setara 1000 Haji!
Roy Suryo Buka Bukaan Kaus Raja Jawa di Sidang Ijazah Jokowi, Ada Apa?
Tembok Ratapan Solo: Fakta Viral di Balik Rumah Jokowi yang Jadi Magnet Gen Z