Pertamina Memiliki Infrastruktur yang Tangguh
Pertamina memiliki keunggulan infrastruktur untuk menjalankan program ini secara optimal. Jaringan SPBU dan pangkalan LPG-nya yang luas hingga ke tingkat kecamatan, ditambah SDM yang besar, menjadi tulang punggung distribusi dan pengumpulan minyak jelantah.
Potensi Besar: 4 Juta Ton untuk Stop Impor Solar
Potensi pengumpulan minyak jelantah di Indonesia mencapai 4 juta ton per tahun. Angka ini sangat signifikan karena berpotensi menghentikan impor solar seluruhnya. Bahan bakar dari jelantah juga lebih ramah lingkungan.
Dengan konsep Hankamrata energi, Indonesia tidak perlu khawatir dengan gejolak geopolitik atau gangguan rantai pasok energi global. Minyak jelantah adalah strategi inklusif terbaik untuk menghadapi provokasi petrodollar, dengan semangat "dari rakyat, oleh rakyat, untuk rakyat".
Cadangan Strategis: Potensi Batu Akik
Selain jelantah, Indonesia memiliki cadangan strategis lain untuk menjaga stabilitas pasar keuangan nasional, yaitu perdagangan batu akik. Nilai transaksinya diperkirakan mencapai Rp 50-100 triliun. Pemerintah dapat berinovasi dengan instrumen keuangan seperti "Batu Akik Bond" atau "Bacan Bond" untuk memanfaatkan potensi ini.
Dengan minyak jelantah dan sumber daya lainnya, Indonesia dapat melangkah tegas dan mandiri dalam percaturan energi global.
Artikel Terkait
Kritik Mahasiswa vs Program Prabowo: Analisis Strategis KDKMP, Danantara, dan MBG
Chat Viral Reyhan Bacok Fara di UIN Suska: Isi Pesan Saksi Mata yang Bikin Merinding!
Impor Beras AS 1.000 Ton: Bukti Swasembada Palsu atau Strategi Diplomasi?
Ustaz Abdul Somad Beri Peringatan Keras: Inilah Pesan untuk Anak Muda Usai Pembacokan Mahasiswi UIN Suska Riau