Klaim Pemerintah Soal Perbaikan Sistem MBG
Di sisi lain, BGN dan pemerintah menyatakan telah melakukan evaluasi menyeluruh. Pengawasan dapur, sertifikasi keamanan pangan, dan Standar Operasional Prosedur (SOP) diklaim telah diperketat. Kementerian Kesehatan juga melaporkan tren penurunan kasus menjelang akhir 2025, yang menjadi dasar optimisme tersebut. Namun, pernyataan bernuansa religius justru memicu tafsir bahwa negara melepas tanggung jawab teknis.
Respons Publik yang Terbelah
Reaksi masyarakat pun terbelah. Sebagian memandang pernyataan itu sebagai bentuk kerendahan hati dan pengakuan atas keterbatasan manusia. Sebagian lain mengkritik keras, menilai pernyataan tersebut tidak tepat dalam konteks kebijakan publik yang menyangkut keselamatan anak-anak. Isu ini semakin membesar setelah pemberitaan media nasional.
Penegasan Tanggung Jawab dari BGN
Menanggapi kontroversi, BGN menegaskan bahwa pernyataan “Allah yang garansi” tidak dimaksudkan untuk lepas tangan. Nanik menekankan bahwa lembaganya tetap bertanggung jawab penuh melakukan pengawasan dan perbaikan berkelanjutan. Publik kini menanti realisasi target nol keracunan MBG 2026 melalui perbaikan sistem yang konkret, di bawah sorotan tajam atas capaian dan cara penyampaian tanggung jawab negara.
Artikel Terkait
WNA China Dalang Utama Penipuan eTilang Palsu, Begini Modusnya yang Rugikan Korban Miliaran!
PDIP Bongkar Fakta Mengejutkan: Anggaran Pendidikan Dipotong Rp223,5 Triliun untuk Program Ini!
Dokumen Epstein yang Hilang: Bukti Kuat Transparansi AS Hanya untuk Rakyat Biasa?
Ibu Tiri di Sukabumi Aniaya Anak Tiri 12 Tahun Hingga Tewas: Motifnya Bikin Geram!