Rp51 Triliun untuk Bencana Sumatera: Anggaran Realistis atau Ladang Korupsi Baru?

- Senin, 12 Januari 2026 | 21:00 WIB
Rp51 Triliun untuk Bencana Sumatera: Anggaran Realistis atau Ladang Korupsi Baru?

Potensi Inefisiensi Anggaran dalam Penanganan Bencana

Ketidakakuratan anggaran pernah terlihat dalam proyek serupa. Contohnya, dalam program pembangunan sumur bor oleh BNPB, anggaran yang disiapkan mencapai Rp150 juta per unit, padahal pekerjaan yang dilakukan masyarakat desa hanya membutuhkan Rp20 juta. Selisih yang sangat besar ini menunjukkan potensi inefisiensi dan pemborosan anggaran negara.

Permintaan Transparansi dan Kehati-hatian

Oleh karena itu, Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa didesak untuk bersikap lebih rasional, realistis, dan transparan dalam mengelola anggaran penanganan bencana. Pertanyaan kritis muncul: apakah data 183.308 unit rumah rusak sudah valid? Jika iya, hanya untuk perumahan saja anggaran yang terserap bisa mencapai Rp45,7 triliun, menyisakan sangat sedikit untuk sektor lainnya. Alokasi detail dari anggaran Rp51 triliun ini harus dijelaskan secara terbuka kepada publik.

Ekonom Konstitusi

Halaman:

Komentar