Potensi Inefisiensi Anggaran dalam Penanganan Bencana
Ketidakakuratan anggaran pernah terlihat dalam proyek serupa. Contohnya, dalam program pembangunan sumur bor oleh BNPB, anggaran yang disiapkan mencapai Rp150 juta per unit, padahal pekerjaan yang dilakukan masyarakat desa hanya membutuhkan Rp20 juta. Selisih yang sangat besar ini menunjukkan potensi inefisiensi dan pemborosan anggaran negara.
Permintaan Transparansi dan Kehati-hatian
Oleh karena itu, Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa didesak untuk bersikap lebih rasional, realistis, dan transparan dalam mengelola anggaran penanganan bencana. Pertanyaan kritis muncul: apakah data 183.308 unit rumah rusak sudah valid? Jika iya, hanya untuk perumahan saja anggaran yang terserap bisa mencapai Rp45,7 triliun, menyisakan sangat sedikit untuk sektor lainnya. Alokasi detail dari anggaran Rp51 triliun ini harus dijelaskan secara terbuka kepada publik.
Ekonom Konstitusi
Artikel Terkait
Video Batang Timur 16 Detik Terungkap: Modus Love Scam yang Rusak Reputasi & Cara Hindarinya!
Aurelie Moeremans Bongkar Modus Grooming di Usia 15 Tahun: Sosok Artis Senior Ini Diduga Pelaku
Gimah, Warga Lumajang yang Viral: Pak, Tolong Semeru Dipindah Saja! – Ini Kisah Lelahnya
Roy Suryo Bongkar Kejanggalan Ijazah Gibran: Surat Kemendikbud Ini Jadi Sorotan!