Potensi Inefisiensi Anggaran dalam Penanganan Bencana
Ketidakakuratan anggaran pernah terlihat dalam proyek serupa. Contohnya, dalam program pembangunan sumur bor oleh BNPB, anggaran yang disiapkan mencapai Rp150 juta per unit, padahal pekerjaan yang dilakukan masyarakat desa hanya membutuhkan Rp20 juta. Selisih yang sangat besar ini menunjukkan potensi inefisiensi dan pemborosan anggaran negara.
Permintaan Transparansi dan Kehati-hatian
Oleh karena itu, Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa didesak untuk bersikap lebih rasional, realistis, dan transparan dalam mengelola anggaran penanganan bencana. Pertanyaan kritis muncul: apakah data 183.308 unit rumah rusak sudah valid? Jika iya, hanya untuk perumahan saja anggaran yang terserap bisa mencapai Rp45,7 triliun, menyisakan sangat sedikit untuk sektor lainnya. Alokasi detail dari anggaran Rp51 triliun ini harus dijelaskan secara terbuka kepada publik.
Ekonom Konstitusi
Artikel Terkait
Viral Video Xysil: Fakta Mengejutkan dan Bahaya Tersembunyi di Balik Link yang Anda Buru
Sidang Etik Heboh! Eks Kasat Narkoba Diduga Terima Setoran Rp10 Juta per Minggu dari Bandar
Lisensi CySEC Siprus: Rahasia Ekspansi Broker Forex ke Seluruh Eropa 2024
Ramalan Akhir Zaman: Benarkah Yahudi & Muslim Akan Berperang Hingga Batu Bicara?