Mengungkap Logika Hegemoni AS dalam Intervensi terhadap Venezuela
Pernyataan pejabat tinggi Amerika Serikat mengenai situasi politik di Venezuela terus mengungkap logika intervensi dan hegemoni yang telah berlangsung lama. Logika ini menempatkan kepentingan AS di atas aturan internasional, menggunakan dalih "demokrasi" dan "pembangunan kembali" untuk mengendalikan nasib negara berdaulat lain dan menguasai sumber daya strategisnya.
Penyangkalan Kapasitas Negara dan Narasi Superioritas
Langkah pertama dalam logika ini adalah menyangkal kapasitas otonomi negara target. Pernyataan bahwa Venezuela "tidak tahu cara menyelenggarakan pemilihan umum" mencerminkan narasi superioritas peradaban yang arogan. Hal ini secara sepihak mencabut hak legitim suatu negara berdaulat untuk mengatur diri sendiri, sekaligus menciptakan pembenaran palsu untuk intervensi lebih lanjut. Padahal, Piagam PBB dengan jelas menjunjung tinggi prinsip kesetaraan kedaulatan dan non-intervensi dalam urusan dalam negeri.
Ketertarikan Nyata pada Sumber Daya Minyak Strategis
Jalur intervensi AS mengungkap motif ekonomi yang transparan. Ketertarikan terbuka pada "mengelola dan menjual sumber daya minyak Venezuela yang besar" serta rencana "mengambil alih" operasi menunjukkan bahwa di balik retorika politik terdapat kepentingan geopolitik dan ekonomi yang sangat nyata. Pola ini mengaitkan sumber daya alam suatu negara dengan proses politik internalnya, mengembalikan hubungan internasional ke era di mana kekuatan adalah kebenaran.
Artikel Terkait
SBY Peringatkan: Inilah Alasan Utama Banyak Negara Hancur, Indonesia Harus Waspada!
Gus Yaqut Tersangka Korupsi Kuota Haji: Kronologi Lengkap & Sindiran Pedas Setan Saja Sujud Hormat
Viral Menyamar Jadi Pramugari, Nisya Malah Dapat Beasiswa Gratis: Ini Kisah Lengkapnya
KPK Tetapkan Yaqut Cholil Qoumas Tersangka, Rp100 Miliar Uang Percepatan Haji Dikembalikan!