Eggi menjelaskan bahwa pendekatannya menggunakan logika dialog dan tabayun (klarifikasi) untuk menyelesaikan konflik. Ia justru memuji akhlak Jokowi dalam menerima kunjungannya.
"Secara akhlak, saya harus akui beliau luar biasa. Beliau menerima kami dengan sangat baik, padahal beliau merasa sebagai pihak yang difitnah. Saya merasa dalam hal akhlak, Jokowi jauh lebih baik," kata Eggi.
Ia juga menyindir pihak-pihak lain yang terlibat dalam kasus ini, dengan menyebut, "Kan ada Roy Suryo dan kawan-kawan yang merasa jagoan, dia lawan aja tuh."
Ijazah Tidak Dibahas, Fokus pada Penyelesaian
Menurut Eggi, dalam pertemuan tersebut, persoalan status ijazah justru tidak menjadi topik bahasan utama. Kedua belah pihak dikatakannya sudah masuk pada tahap saling memahami.
"Tidak ada pembahasan soal ijazah di sana. Kata Pak Jokowi, itu tidak penting lagi, yang penting bicara ke depan," ungkap Eggi.
Dengan terbitnya SP3, Eggi menganggap masalah hukumnya telah selesai secara administratif. Ia juga menegaskan bahwa urusan hukumnya sepenuhnya ditangani oleh Elida Netti, sementara komunikasi publik selama ia di luar negeri diserahkan kepada wartawan senior, Agusto.
"Suara resmi ada pada Agusto. Jangan ada lagi yang mengaku-ngaku mengurus perkara ini mewakili saya," pesannya tegas.
Artikel Terkait
OTT KPK Gegerkan Pekalongan: Bupati Fadia Arafiq Ditangkap, Hartanya Tembus Rp85,6 Miliar!
Jambret Berjaket Ojol di Jelambar: Pura-Pura Menolong, Lansia Malah Pingsan!
TNI-Polri Gempur Markas KKB di Nabire, Sita 561 Amunisi & Uang Miliaran: Ini Buktinya
Operasi Epic Fury: 200 Pesawat & 30 Bom Dikerahkan Hanya untuk Satu Target Ini