"Sempat kepikiran ingin punya drone untuk kebutuhan kampung. Dari situ saya tabung," tuturnya. Sebuah tindakan sukarela yang menunjukkan tanggung jawab luar biasa terhadap amanah yang diembannya.
Ronda Terbang Malam: Efisiensi dan Efektivitas
Sejak 20 Desember 2025, drone dengan jangkauan 800 meter dan kamera perekam itu resmi beroperasi. Hasil pantauannya bahkan bisa disaksikan warga secara live streaming melalui televisi pintar.
Fajar menegaskan, kehadiran teknologi ini bukan untuk menggantikan ronda manual, melainkan melengkapinya. "Ronda manual tetap jalan," tegasnya. Kolaborasi antara pengawasan udara dan darat ini menciptakan sistem keamanan berlapis.
Dampak Positif: Warga Lebih Aman dan Disiplin
Efek inovasi ini langsung terasa. Remaja yang biasa nongkrong hingga larut malam mulai membubarkan diri saat drone patroli lewat setelah pukul 22.00 WIB. Efisiensi waktu juga meningkat signifikan.
"Untuk satu RW dengan 200 rumah, drone bisa berkeliling hanya dalam 10 menit," jelas Fajar. Drone itu kini lebih dari sekadar alat; ia menjadi simbol kepedulian dan rasa aman yang nyata bagi warga RT 22 Gaum, Karanganyar.
Artikel Terkait
Misteri Hilangnya Pesawat ATR 400 di Maros: Inilah Identitas 11 Orang di Dalamnya
Anggota Brimob Aceh Dipecat, Ternyata Kabur dan Gabung Jadi Tentara Bayaran Rusia!
Gaji Fantastis Sabrang Noe Letto di DPN: Ternyata Segini Take Home Pay-nya!
Sopir Angkot di Sergai Pamer Alat Kelamin: Ini Kronologi Lengkap & Hukumannya yang Mengejutkan!