Kericuhan Warnai Penyerahan SK Menteri Kebudayaan ke Tedjowulan di Keraton Solo, GKR Rumbai Protes Fadli Zon
POLHUKAM.ID - Penyerahan Surat Keputusan Menteri Kebudayaan Nomor 8 Tahun 2026 di Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat (Keraton Solo) diwarnai kericuhan pada Minggu (18/1/2026). Insiden ini dipicu oleh protes yang disampaikan langsung oleh salah satu kerabat keraton, GKR Panembahan Timoer Rumbai Kusuma Dewayani, di tengah acara.
Kronologi Kericuhan di Keraton Solo
Protes disampaikan usai Menteri Kebudayaan, Fadli Zon, menyampaikan pidato sambutannya. GKR Rumbai mengambil alih mikrofon untuk menyampaikan uneg-unegnya. Namun, mikrofon kemudian dimatikan sehingga suaranya tidak terdengar jelas. Sosok yang mendukung penobatan KGPAA Hamengkunegoro (Gusti Purbaya) sebagai Raja Keraton Solo Paku Buwono XIV ini pun tidak dapat menyampaikan maksudnya sepenuhnya.
Seketika, suasana menjadi kacau dengan banyak peserta yang merangsek ke depan panggung. Kericuhan yang diselingi sorakan ini baru mereda setelah sekitar 15 menit, menyebabkan penundaan seremonial penyerahan SK. Acara baru kembali normal setelah pembacaan doa penutup.
Pernyataan Fadli Zon dan Penyerahan SK
Usai insiden, Fadli Zon melanjutkan peninjauan ke dalam keraton. Sementara itu, prosesi seremonial penyerahan Keputusan Menteri Nomor 8 Tahun 2026 kepada Kanjeng Gusti Pangeran Harya Panembahan Agung Tedjowulan akhirnya dilaksanakan di Sasana Handrawina.
SK tersebut berisi tentang Penunjukan Pelaksana Pelindungan, Pengembangan, dan/atau Pemanfaatan Kawasan Cagar Budaya Keraton Kasunanan Hadiningrat sebagai Kawasan Cagar Budaya Peringkat Nasional.
Artikel Terkait
Bocil Block Blast Viral: Bahaya Tersembunyi di Balik Link yang Bikin Penasaran
Dokter Tifa Klaim 99,9% Ijazah Jokowi Palsu, Ini 709 Dokumen yang Dituntut untuk Dibuka!
Noe Letto Jadi Tenaga Ahli DPN: Benarkah Pemerintah Pengkhianat Pancasila?
Dokter Tifa Bongkar Diskriminasi Polda Metro Jaya: Mengapa Hanya 3 dari 8 Tersangka Kasus Ijazah Jokowi yang Diperiksa?